Ijazah Saja Tak Cukup, UMM Siapkan Sertifikat Kompetensi


MALANG - Selain ijazah dan transkrip, UMM membekali lulusannya dengan lembar dokumen penting lainnya. Yakni sertifikat kompetensi.
"Lulusan UMM tidak lagi hanya membawa dua lembar dokumen legendaris, ijazah dan transkrip nilai, tapi bisa membawa sertifikasi kompetensi yang menunjukkan bahwa alumni UMM benar-benar kompeten," ujar Wakil Rektor I UMM Syamsul Arifin.
UMM juga melakukan pembaruan kurikulum yang diselaraskan dan disinkronisasi dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Harapannya dengan kurikulum yang sesuai dengan SKKNI, maka lulusan UMM dapat terserap di dunia kerja dengan cepat dan tepat.
"Saat ini UMM sedang melakukan kurikulum reform untuk mendukung peningkatan kualitas kompetensi lulusan," tambah Syamsul.
Nantinya sertifikasi ini dapat menjadi Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). Dengan demikian harapannya setelah lulus alumni UMM telah berbekal Sertifikasi Kompetensi.
Menindaklanjuti hal tersebut, Fakultas Teknik UMM memulai start dengan menghadirkan Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan dalam Sosialisasi dan Pendampingan Pelatihan Jarak Jauh/ Distance Learning Bidang Konstruksi, di Aula BAU UMM, Selasa (16/1). Gayeng, acara ini dihadiri oleh mahasiswa jurusan teknik sipil UMM dari berbagai angkatan.
Pada acara tersebut, diulas tentang Sistem Belajar Intensif Mandiri (SIBIMA) Konstruksi yang merupakan program belajar jarak jauh dan mandiri dengan tujuan memperkenalkan standar bidang konstruksi sesuai dengan  SKKNI.
Sejalan dengan hal tersebut, perwakilan dari Balai Penerapan Teknologi Konstruksi Cakra Nagara menyampaikan bahwa undang-undang saat ini menuntut lulusan pendidikan tinggi memiliki sertifikasi kompetensi. Karenanya, langkah yang dilakukan UMM ini sudah sangat tepat.
"Ketika adik-adik lulus akan ada undang-undang yang menuntut adik-adik untuk memiliki SKPI," tandas Cakra. (oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...