magista scarpe da calcio Belajar Tak Melulu di Kelas, Jamin Kesehatan Siswa dengan Makanan Alami


Belajar Tak Melulu di Kelas, Jamin Kesehatan Siswa dengan Makanan Alami


SEKOLAH Ramah Anak disematkan untuk SMPN 10 Malang. Kemendikbud menunjuk sekolah yang berada di kawasna Buring Kota Malang itu sebagai pilot projectnya. Salah satu alasannya karena sekolah ini memiliki lingkungan yang nyaman untuk belajar dan program yang ramah anak. Seperti apa?
Sejuk dan menyenangkan, kesan itulah yang terasa ketika menginjakkan kaki di SMPN 10 Malang. Kesan ini juga dirasakan para siswanya, sebab mereka tidak harus sepanjang hari belajar di dalam kelas. Sekolah memiliki banyak spot asik untuk belajar. Bisa di taman, gazebo maupun tempat lainnya. Sekolah ramah anak menjadi program yang telah diintegrasikan oleh SMPN 10 Malang ke dalam setiap kegiatan belajar mengajar (KBM).
Waka Kurikulum SMPN 10 Malang, Wiwik Susiati S.Pd menyampaikan, sekolah ramah anak merupakan bagian dari sekolah sehat yang dalam pembelajarannya menggunakan lingkungan sekitar.
“Itu kami lakukan tidak hanya di satu mata pelajaran saja, namun dari segala macam pelajaran. Hal tersebut kila lakukan karena areal sekolah yang sangat memiliki luas dan mendukung, yang juga berfungsi tidak monoton dalam pengajarannya,” ujar Wiwik Susiati kepada Malang Post.
Sekolah ramah anak juga dipraktikkannya dalam mata pelajaran prakarya tata boga dengan penggunaan bahan dasar dari praktek memasak memanfaakan tanaman yang ada di lingkungan sekolah.
“Salah satunya praktik memasak nasi goreng yang menggunakan pewarnanya dari buah naga yang ada di lingkungan SMPN 10. Sehingga anak-anak bisa memanfaatkan apa yang ada di lingkungan sekolah,” terang Wiwik.
Program ini, kata dia, juga saling terkait dengan sekolah adiwiyata dan UKS nasional yang diraih oleh SMPN 10 Malang. Sehingga tidak saja dalam pembelajaran, hingga lingkungan kantin yang dimiliki harus bebas dengan makanan yang berkaitan dengan minyak, plastik dan kertas.
“Penerapan juga pada lingkungan dan makanan. Di mana kita tidak memerbolehkan adanya makanan yang digoreng dengan digantikan makanan kukus. Begitu juga dengan minuman yang menggunakan gelas. Sehingga kita minimalisir adanya sampah,” bebernya.
Wiwik menambahkan, dengan diterapkannya program sekolah ramah anak tersebut, saat ini SMPN 10 selalu menjadi jujukan bagi sekitar 140 sekolah dari berbagai provinsi sebagai percontohan atau studi banding. Tidak berhenti di situ, untuk meningkatkan karakter melalui keimanan, pihaknya juga mememiliki kelas islami dan pondok islami.
“Dari kedua kelas islami yang ditujukan kepada seluruh siswa itu, para pengajar berasal dari UIN. Setiap harinya anak-anak juga diwajibkan salat berjamaah dengan tiap anak memiliki kartu kendali yang akan dinilai saat kenaikan kelas,” pungkasnya. (keris/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top