UN Tidak Dipakai di PTN


MALANG - Menristekdikti dan Mendikbud sepakat untuk tidak memakai hasil Ujian Nasional (UN) sebagai bahan masuk perguruan tinggi negeri (PTN). Baik itu di seleksi nasional masuk PTN (SNMPTN) maupun seleksi ujian tulis. Kebijakan ini dirasa berat bagi sekolah. Terutama bagaimana tetap memotivasi siswa bersemangat mengikuti UN yang hanya jadi evaluasi hasil belajar saja, bukan penentu kelulusan.
Seperti diungkapkan Kepala SMAN 6 Malang Drs. Hariyanto, M.Pd. Menurutnya, karena UN tidak menjadi syarat masuk PTN, siswa jadi kehilangan motivasi.
“Karena UN tidak punya pengaruh apa-apa terhadap kelulusan dan kriteria yang digunakan ikut seleksi masuk PTN hanya rapor saja, siswa kehilangan motivasi mengikuti UN,” ungkap Hariyanto kepada Malang Post.
Meskipun, ia menjelaskan, menurut Permendikbud Nomor 3 tahun 2017,  penilaian hasil belajar oleh pemerintah dan satuan pendidikan. Tidak ada yang menyebutkan UN sebagai penentu kelulusan dari satuan pendidikan apalagi utk digunakan seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya.
“Secara regulasi kebijakan tersebut memang tidak menyalahi,” tegasnya.
Sisi positifnya, lanjutnya, UN tidak jadi beban bagi siswa. Selain itu, tidak ada kecurangan dan obyektivitas akan meningkat.
Hanya saja, lanjutnya, bagi sekolah menjadi tanggung jawab besar. Karena, sekolah tetap harus berusaha menjaga agar hasil UN tetap bagus, karena hasil analisis UN akan menunjukkan kualitas proses pendididikan suatu sekolah yang dapat diakses secara nasional.
“Dengan adanya kebijakan amputasi terhadap fungsi UN menjadikan beban berat bagi sekolah untuk berargumen kepada siswa agar mengikuti UN dengan hasil yang baik,” urainya.
Maka, tegasnya, proses pembelajaran harus ditingkatkan kualitasnya sehingga hasil UN benar-benar mencerminkan kualitas proses pembelajaran suatu sekolah.
Di satu sisi, menunjukkan kepada publik bahwa kualitasnya dilihat dari hasil UN. Di sisi yang lain, sangat sulit meningkatkan motivasi siswa untuk mengikuti UN agar hasilnya baik.
“Cara yang paling natural adalah meningkatkan kualitas proses pembelajaran  dari SDM guru yang meliputi 4 komponen. Perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, penilaian pembelajaran dan pengawasan pembelajaran,” pungkasnya.
Sementara itu dalam keterangannya seperti dirilis Okezone, Ketua Panitia SNMPTN-SBMPTN 2018 Ravik Karsidi menegaskan, nilai UN dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tak dipakai untuk syarat kelulusan masuk PTN baik melalui SNMPTN maupun SBMPTN. Kendati demikian, sambung Ravik, jika pada saat Seleksi Mandiri pihak PTN ingin memasukan form UN dan USBN dipersilakan. Bila ada siswa yang tak lulus UN, maka secara otomatis akan batal keikutsertaanya dalam SNMPTN dan SBMPTN.
"UN dan USBN tidak ada pengaruhnya karena jadwal pengumumanya berbeda. SNMPTN pada 17 April, sementara UN dijadwalkan 23 Mei " tutur Rektor UNS tersebut.
Lebih lanjut, ia mengatakan, SNMPTN dan SBMPTN 2018 akan diikuti oleh 85 PTN. Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) untuk pendaftaran SNMPTN sudah resmi beroperasi pada 13 Januari 2018. Sementara waktu pengisian dan verifikasi PDSS akan berlangsung mulai 13 Januari-10 Februari 2018. Untuk proses pendaftaran dimulai pada 21 Februari-6 Maret 2018. Pengumuman hasil seleksi akan dilakukan pada 17 April 2018, dan pendaftaran ulang peserta yang lulus di PTN masing-masing akan dilaksanakan pada 8 Mei 2018 bersamaan dengan pelaksanaan ujian tertulis SBMPTN.
Sementara untuk SBMPTN pendaftaran online untuk ujian tulis berbasis cetak (UTBC) dan ujian tulis berbasis komputer (UBTK) akan berlangsung mulai 5 April-27 April 2018. Untuk pelaksanaan UTBC dan UTBK akan berlangsung pada 8 Mei 2018. Uji keterampilan akan dilakukan pada 9 dan atau 11 Mei 2018. Dan pengumuman hasil seleksi akan dilakukan pada 3 Juli 2018.
Untuk daya tampung pada setiap program studi PTN yaitu SNMPTN paling sedikit 30%, SBMPTN paling sedikit 30% dan Seleksi Mandiri paling banyak 30%.
Ravik menuturkan, persyaratan sekolah SMA/SMK/MA dapat mendaftarkan siswanya dalam SNMPTN yaitu bila terakreditasi A berjumlah 50% terbaik di sekolahnya, bila sekolah terakreditasi B maka 30% terbaik di sekolahnya, terakreditasi C yaitu 10% terbaik di sekolahnya.
"Kami berharap sosialisasi ini berjalan maksimal dan pelaksanaan SNMPTN dan SBMPTN 2018 ini dapat berjalan dengan lancar," katanya dalam Peluncuran SNMPTN dan SBMPTN 2018. (oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :