magista scarpe da calcio Bangga, Prodi Manajemen Pascasarjana Raih Akreditasi A


Bangga, Prodi Manajemen Pascasarjana Raih Akreditasi A

MALANG - Program studi Manajemen Pascasarjana Universitas Gajayana (Uniga) baru saja memeroleh akreditasi A. Prestasi ini berhasil diraih karena kerja keras seluruh civitas akademika Uniga untuk meningkatkan akreditasi dari yang semula B. Upaya Sistem Penjaminan Mutu  Internal (SPMI) dilakukan untuk mengetahui faktor apa saja yang perlu diperbaiki.

Rektor Uniga Prof Dr Dyah Sawitri SE MM mengatakan, audit internal terus dilakukan untuk mengetahui apa saja yang perlu dievaluasi dan diperbaiki. Aspek penting yang dilakukan untuk peningkatan akreditasi ada beberapa faktor. Salah satunya adalah faktor sumberdaya manusia (SDM).
Menurut Dyah, SDM perlu terus dibenahi. SDM, lanjutnya, merupakan aspek strategis bagi lembaga. Sehingga kekuatan lembaga akan terbentuk. Dyah menyebutkan, ada beberapa aspek SDM yang terus ditingkatkan kualitasnya.
“Misalnya untuk pelatihan penulisan jurnal ilmiah, pelatihan dan konferensi nasional dan internasional. Sehingga akan memberikan nuansa tersendiri dalam proses pembelajaran,” bebernya.
Dosen diberikan stimulus berupa insentif dalam penulisan jurnal nasional terscopus dan internasional tidak terscopus, penulisan buku, dan prosiding. Semua itu perlu dilakukan sebab nafas perguruan tinggi dalam tri darma pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.
Peningkatan kualitas SDM, bukan hanya untuk program pascasarjana saja. Peningkatan kualitas SDM juga diterapkan untuk program sarjana atau S1. Berbagai macam program dilakukan untuk peningkatan SDM baik mahasiswa ataupun dosen.
Untuk lembaga, Dyah mengatakan, mahasiswa harus bisa menyesuaikan standar perkembangan SDM global di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dan Sustainable Development Goals (SDGs).
Melalui dua era tersebut, Uniga terus terpacu dan termotivasi untuk melakukan terobosan-terobosan membentuk SDM berwawasan dan berkelas global, agar mampu bersaing. Kerja sama tingkat nasional ataupun internasional juga terus dilakukan. Yang saat ini sedang fokus dilakukan adalah dibukanya kelas eksekutif bisnis. Kelas ini diberi nama, Tanri Abeng School Of Managemen. Kelas ini dibuka untuk memberikan keterampilan profesional berbisnis. Lulusan akan dicetak menjadi wirausahawan atau kemampuan manajerial yang handal.

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, Uniga bekerjasama dengan pengusaha ternama Tanri Abeng untuk membuka kelas eksekutif bisnis. Kelas ini akan mulai dioperasikan tahun ajaran baru ini. Dyah membeberkan, dibukanya kelas ini karena ingin mahasiswa lulusannya nanti mampu bersaing di era ekonomi global dengan membuka peluang bisnis.
“MEA menuntut SDM untuk mampu bersaing internasional. Mereka bisa membuka bisnis yang pasarnya menginternasional. Begitu pula SDGs, yang berfokus pada pembangunan internasional. Dengan berwirausaha, mereka akan membantu pembangunan internasional,” terang dia.
Kelas ini, kata Dyah lebih lanjut, tidak hanya mendidik mahasiswa menjadi pebisnis saja. Kelas ini juga mendidik mahasiswa menjadi eksekutif muda pemimpin perusahaan yang berkarakter.
“Kelas ini unggul pada keterampilan dan membentuk karakter serta mental orang sukses seperti pak Tanri Abeng,” kata dia.
Dengan diraihnya prestasi akreditasi Prodi manajemen Pasca Sarjana, Dyah berharap untuk akreditasi lembaga nantinya bisa menjadi A.
“Kalau bicara target, tentu saja, akreditasi A untuk lembaga sangat dijadikan target kali ini. Upaya-upaya yang sudah kami lakukan bisa menjadi bekal sedikit-demi sedikit,” pungkas dia.
Seiring dengan upaya peningkatan kualitas bagi mahasiswa, Uniga mematok biaya SPP yang cukup terjangkau. SPP Rp 2,1 juta untuk S1 tiap semester, sesuai dengan visi dan misi Uniga terdepan dan berkarakter, mahasiswa akan dididik untuk menjadi sarjana berkarakter. (sin/adv/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top