magista scarpe da calcio Gandeng SEAMEO RECFON, Bekali Lulusan Pengetahuan Food Safety


Gandeng SEAMEO RECFON, Bekali Lulusan Pengetahuan Food Safety

MALANG – Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang (Poltekkes) menyelenggarakan pelatihan Food Safety kemarin (18/7/17). Pelatihan bertajuk Food Safety Hazard Analysis and Critical Control Point ini memberikan bekal kepada mahasiswa semester akhir untuk siap kerja mengabdi di masyarakat. Poltekkes Bekerjasama dengan Seameo Recfon, lembaga pangan dan gizi dibawah WHO yang menangani pelatihan gizi.

Direktur Poltekkes Budi Susatia S.Kp.M.Kes mengatakan, pelatihan ini diberikan sebagai bekal kepada calon lulusan gizi untuk mempunyai bekal pengetahuan food safety pada produk makanan home indutri atu restaurant dan rumah makan.
“Pelatihan ini diberikan dengan mengupdate segala macam kasus untuk keamanan makanan dan kandungannya. Semua tergantung pada perkembangan pada dunia pangan dan gizi,” kata Budi.
Untuk tahun ini, Budi melanjutkan, lebih berfokus kepada home industry.
Ia menilai, belakangan ini, banyak beredar campuran bahan makanan yang tidak sehat. Banyak makanan mengndung boraks dan pewarna.  Menurut dia, itu adalah tugas bagi lulusan Poltekkes jurusan gizi untuk mengatasi masalah tersebut.
“Mereka lulus bulan depan. Jadi mereka lulus, wawasan dan keterampilannya untuk mengatasi hal itu bisa mereka aplikasikan,” kata Budi.
Budi melanjutkan, sebetulnya materi ini sudah pernah didapatkan ketika kuliah. Namun karena menurut Budi ini adalah tuntutan profesi, mahasiswa harus terjun langsung ke masyarakat dan diujikan. Setelah diujikan, mahasiswa akan mendapatkan sertifikat kompetensi analisis makanan sehat.
“Sertifikat ini nanti gunanya adalah untuk mereka melamar kerja sebagai pelaku analis gizi. Misalnya di dinas kesehatan, atau perusahaan yang membutuhkan analis makanan dan gizi,” terang Budi.

Manfaat lain adanya pelatihan ini, mereka bisa memberikan penyuluhan kepada msayarakat. Sebab mereka sudah pernah terjun langsung ke masyarakat.
Pelatihan ini sudah dilakukan Poltekkes sejak 10 tahun belakangan. Pelatihan ini sudah menghasilkan 750 alumni. Harapannya, lanjut Budi, tahun ini bisa memberikan lulusan lagi yang bisa mengatasi permasalahan gizi tersebut.
Untuk pendaftar, hanya dibatasi 35.
“Memang kami hanya memberikan 35 atau 40 kuota saja. Semua tergantung peminatan dan ketertarikam mahasiswa,” pungkasnya.
Salah satu peserta, Nanik Juwita mengatakan,ia mengikuti pelatihan ini karena ingin mempunyai kompetensi lebih untuk menganalisis makanan sehat. Sebab, menurutnya teori yang dipelajari dibangku kuliah masih sangat kurang untuk bekalnya nanti kerja.
“Saya ingin mendapatkan sertifikat untuk nanti kerja. Saya juga ingin bisa bekerja dengan mengabdi untuk tambahan kompetensi saya,” pungkasnya.
Pelatihan ini dilakukan empat hari mulai tanggal  18-21. Ada dua materi, yakni teroritis dan praktik. (sin/adv/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :