SNMPTN 2018, Pilihan favorit Pendaftar Diprediksi Berubah


MALANG - Persaingan untuk masuk ke PTN kali ini akan semakin ketat. Tidak hanya di jurusan yang tahun lalu menjadi favorit, tapi juga pada jurusan lainnya yang mencuri perhatian calon mahasiswa baru.
“Tahun lalu memang prodi yang paling banyak diminati adalah Manajemen sebanyak 3.342 pendaftar, PGSD 2.167 dan Psikologi sebanyak 2.162. Sehingga bisa dipastikan untuk kuota yang telah ditetapkan minimum 30 persen akan terjadi persaingan sangat ketat,” ujar Wakil Rektor 1 UM, Prof. Dr. Budi Eko Soetjipto, M.Ed. M.Si. kepada Malang Post.
Pada pendaftaran Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun ini, prodi Teknik Informatika dan Desain Komunikasi Visual (DKV) bisa jadi favorit pendaftar. Hal ini dikarenakan sejalan dengan perkembangan teknologi dan peluang kerja yang terbuka lebar.
Seperti diketahui, tahun lalu, prodi yang paling banyak diminati adalah Manajemen sebanyak 3.342 pendaftar, PGSD 2.167 dan Psikologi sebanyak 2.162. Tidak menutup kemungkinan bisa tergeser dengan dua prodi yang saat ini tengah menjadi perhatian masyarakat luas, khususnya calon mahasiswa baru. Dua prodi tersebut adalah prodi Teknik Informatika dan Desain Komunikasi Visual.
“Dua prodi ini diperkirakan akan mengalami peningkatan jumlah pendaftar. Itu karena peluang pasar tenaga kerja yang banyak dan mandiri. Jadi saat ini mereka bisa bekerja hanya dari rumah melalui perangkat yang mereka miliki. Hal itu membuat animo masyarakat menjadi tinggi,” beber mantan Dekan Fakultas Ekonomi UM ini.
Sementara itu, untuk prodi dengan peminat yang terendah pada SNMPTN tahun lalu dipegang Pendidikan Bahasa Mandarin yang hanya memiliki peminat sebanyak 158, Pendidikan Bahasa Jerman sebesar 219 pendaftar dan Pendidikan Seni Tari dan Musik sebesar 241. Dari rendahnya tiga prodi itu, diungkapkan Budi karena minat dan animo masyarakat yang tidak terlalu tinggi. Padahal dengan sedikitnya peminat, peluang kerja yang didapat akan semakin besar.
“Untuk pendidikan bahasa Mandarin yang sepi peminat tahun lalu, kita yakin tahun ini akan ada peningkatan. Pasalnya peluang kerja yang dimiliki cukup tinggi dengan banyaknya perusahaan dari China,” bebernya.
Ia menambahkan, untuk pendidikan bahasa Jerman yang disebutnya memiliki akreditasi A juga jarang diminati. Padahal untuk fasilitas, sarana dan prasarana sangat mendukung. Melihat adanya rendahnya pada tiga prodi yang rendah peminat itu, pihaknya telah mengupayakan berbagai cara seperti sosialisasi ke sekolah dan memberikan banyak informasi tentang berbagai prodi dan akreditasi yang dimiliki UM.
“Jadi tidak berarti prodi yang memiliki peminat rendah tidak bagus, itu bisa saja karena prodi tersebut tidak kompetitif di mata masyarakat,” tandasnya. (eri/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :