Sekolah Harus Seberangi Bendungan dan Lewat Blitar

MALANG POST - Pada tahun ajaran baru ini, masih banyak siswa yang kesulitan akses transportasi menuju sekolahan. Mengingat Kabupaten Malang memiliki wilayah sangat luas. Bahkan saat berangkat sekolah, banyak pelajar yang memanfaatkan akses trasportasi perahu tambangan untuk menyebrangi Sungai, menuju sekolahan mereka.
Meski terbilang berbahaya, mereka nekat mengangkut speda motor dan sepeda pacalnya ke perahu tambangan tersebut, untuk berangkat ke sekolahan. Hal ini seperti tampak di Bendungan Lahor Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung. Di tempat itu terdapat beberapa siswa menurunkan sepeda motor dari perahu tambang yang dinaikinya. 
Beberapa siswa tersebut berasal dari Desa Jambuwer, Kecamatan Kromengan, menyeberang menuju ke Desa Ngreco, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar. Mereka terpaksa memakai perahu tersebut untuk bersekolah. Pilihan lewat Blitar dilakukan untuk memperpendek jarak, menuju sekolah mereka di Sumberpucung.  Lantaran bila memaksakan diri menggunakan jalan darat, maka membutuhkan waktu tempuh lebih dari satu jam.
Mereka bersekolah di SMP PGRI Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung. “Ya harus naik perahu dan turun di Selorejo Kabupaten Blitar untuk menuju sekolahan saya. Karena dari Desa Selorejo ke sekolahan saya, perjalanannya sangat lama, bisa satu jam lebih,” ujar salah seorang siwa bernama Kila Karela Senja, kepada Malang Post, kemarin.
Dia menjelaskan, keseharian berangkat sekolah memang begitu. Lantaran di tempat tinggal di Dusun Rekesan, Desa Jambuwer, Kecamatan Kromengan belum ada SMP negeri dan swasta. Meskipun terbilang sangat berbahaya saat menyeberang perahu tersebut, dia bersama siswa lainnya tetap memanfaatkan perahu tambang tersebut.
“Kalau naik angkutan desa membutuhkan biaya Rp 5 ribu sekali naik dan itu harus oper ke angkutan lainnya. Kalau naik angkutan ya bisa lebih lama lagi. Sedangkan naik sepeda motor yang membayar biaya sebesar Rp 3 ribu sekali jalan,” terangnya. 
Hal serupa juga terdapat di Dusun Dusun Jatimulyo, Desa Jatiguwi, Kecamatan Sumberpucung. Mayoritas siswa bersekolah di Sumber Kombang, Desa/Kecamatan Kalipare juga menggunakan perahu tambang untuk bersekolah menuju Desa Jatiguwi, Sumberpucung. Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Malang, Pudianto mengatakan, memang kondisi Kabupaten Malang memiliki geografis sangat luas.
Sedangkan luasnya geografis itu, diakuinya memang belum diimbangi dengan jumlah sekolah atau lembaga pendidikan yang berkecukupan. “Maka dari itu, ketika sistem PPDB Online diterapkan, memang banyak kendala. Namun, ini merupakan suatu kebijakan dari pemerintah yang haru tetap ditaati,” ucapnya.(sin/oci/mg19/big/ary)
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...