magista scarpe da calcio Perguruan Tinggi Perlu Kritisi Birokrasi


Perguruan Tinggi Perlu Kritisi Birokrasi

MALANG – Menteri sosial Republik Indonesia (Mensos RI) Khofifah Indar Parawansa mengajak para mahasiswa dan civitas akademika se-Malang Raya untuk belajar birokrasi yang ternyata menjadi pengaruh bagi sistem kesejahteraan sosial di Indonesia. Hal itu disampaikannya dalam forum Unisma update 2018, kemarin (19/7/17). Kegiatan ini diadakan di Gedung Pascasarjana Usman Mansyur, lantai 7 Universitas Islam Malang (Unisma). Isu yang diangkat bertema, “Meneropong Bantuan Sosial dan Kesejahteraan Rakyat”.

“Birokrasi seharusnya dilakukan sesuai alur dan porsi yang benar. Sebab, database dan administrasi ini adalah dua hal penting untuk penyaluran bantuan-bantuan yang tidak langsung. Perguruan tinggi, saya rasa perlu mengamati, dan melakukan analisa serta evaluasi untuk ini,” terang Khofifah.
Ia menyontohkan, kacaunya pelaksanaan UU no 13 2011 tentang penanganan fakir miskin yang menurutnya tidak populer. Sebab  Menurutnya, UU tersebut salah dalam implementasinya. Seharusnya, penanganan pemberian bantuan tidak langsung bagi fakir miskin, dilakukan dengan alur birokrasi yang tepat.Yakni, pejabat eksekutif daerah melaporkan data akhir ke Kemensos. Namun, pada pelaksanaannya para pemimpin daerah justru melaporkan data administratif ke kementerian dalam negeri.
“Nah, kalau sudah begini kan saya selaku penanggung jawab bingung ketika harus mempertanggungjawabkan. Saya tidak tahu data-data yang harus saya lakukan. Pada akhirnya bantuan tidak tersalurkan,” terang Khofifah.
Itu sebabnya, lanjutnya, beberapa tahun lalu, belum ada yang bisa memenuhi target tepat sasaran.
“Berdampak besar bagi kesejahteraan,” terangnya.

Khofifah meminta, Unisma selain berperan untuk mengamati, juga mempunyai PR untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan sistem birokrasi yang seharusnya tidak menjadi kendala dalam perkembangan kesejahteraan.
Menurutnya, Perguruan tinggi berperan besar pada perkembangan sosial. “Perkembangan sosial tidak hanya cukup pengabdian tapi juga pengetahuan. harus punya keterampilan IT,  statistik  dan birokrasi. Apalagi, saya lihat Unisma mempunyai semua jurusan untuk keahlian itu,”ungkap Khofifah.
Rektor Unisma, Prof. Dr. Maskuri, M.Si mengatakan, Unisma akan dengan senang hati memberikan kontribusi untuk berperan membantu Kemensos. Sebab, mahasiswa Unisma telah dididik untuk mempunyai jiwa nasionalisme dan kepekaan.
Ia berharap, sebagai perguruan tinggi nantinya Unisma melalui Tri Darma Perguruan Tinggi bisa menjadi pengamat dan kontroling yang baik bagi pelaksanaan birokrasi untuk perkembangan kesejahteraan. Mulai mengkaji, menganalisis, hingga melakukan evaluasi dengan intelektual yang dimiliki. (sin/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :