magista scarpe da calcio Mahasiswa Saling Bertukar Budaya


Mahasiswa Saling Bertukar Budaya


MALANG - Mahasiswa progam studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Malang (Unisma) mendapatkan pengalaman berharga dari mahasiswa Messiah College, Pennsylvania USA. Dalam agenda seminar internasional kemarin, mereka saling bertukar ide dan pengalaman. Antusiasme terlihat baik dari ratusan mahasiswa FKIP Unisma maupun 15 mahasiswa Amerika.
Kemarin, FKIP Unisma menggelar internasional English seminar dan workshop on TESOL, di ruang Seminar Gedung Utsman bin Affan lantai 7 Unisma, Kamis (18/1). Hadir sebagai pembicara dari Messiah College Pennsylvania USA, Dr. Jan Edwards Dormer. Ia membawakan tema empat komponen kelas bahasa Inggris yang efektif yang telah diterapkan di Messiah College. Hadir juga dalam seminar Rektor Unisma Prof. Dr. H. Maskuri M.Si dan Dekan FKIP Dr. Hasan Busri M.Pd.
Dalam membuka seminar, Jan Edwards Dormer langsung mengajak peserta yang hadir dengan membuat kelompok diskusi. Setiap kelompok terdiri dari sekitar lima hingga tujuh orang ditambah satu mahasiswa dari Messiah College. Kemudian mereka diajak saling berbicara dan mengutarakan pendapat dari apa yang dipikirkan. Mulai dari agama, tips pengajaran yang tepat sesuai dengan konteks. Tak hanya metode belajar, mereka juga saling bertukar budaya dari dua negara. Sehingga ada banyak manfaat yang didapat oleh peserta yang hadir.
Choirun Nisa Ramadhania Hasan salah satu mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris mengatakan banyak yang didapat dari seminar yang didadakan oleh fakultasnya tersebut. “Saya belajar banyak sekali ilmu dan pengalaman, khususnya yang paling menarik adalah ketika bertukar budaya antara kami dan mahasiswa Messiah,” ujar Nisa kepada Malang Post.
Diungkapkan Nisa, bahwa mahasiswa Messiah sangat terbuka mengenai banyak hal. Bahkan ia bisa sharing berbagai masalah mulai dari agama Islam dan Kristen, bagaimana mereka ibadah dan berkomitmen pada agama. Selain itu ia mendapat banyak tips dari Dr. Dormer cara mengajar yang sangat efektif serta teknik-teknik pembelajaran yang sangat menarik dan cocok untuk diterapkan di kampusnya.
“Sangat banyak sekali ilmu dan pengalaman yang dapat diambil. Apalagi kegiatannya juga padat, sehingga kami bisa mempraktikan metode yang disarankan melalui games yang sangat seru dan tentunya kontekstual,” beber mahasiswi semester tujuh ini.
Dari seminar internasional yang berlangsung selama sehari penuh itu, ia juga juga menemukan banyak hal yang membedakan dari gaya pembelajaran yang berbeda antara Indonesia dengan Amerika. Ia mencontohkan, untuk lulus mereka hanya menempuh 40-50 SKS dengan waktu tempuh belajar  2-3 tahun. Berbeda dengan di Indonesia yang harus menempuh 140-160 SKS selama  4 tahun. “Sangat beda sekali, pembelajaran mereka lebih spesifik dan lebih banyak praktik,” akunya.
Sementara itu, Dekan FKIP, Dr. Hasan Busri M.Pd mengatakan kegiatan ini merupakan komitmen untuk menjadikan FKIP unggul dengan senantiasa menggelar kegiatan seminar internasional. Sehingga dari seminar diharapnya bisa memacu dan meningkatan mutu pembelajaran.
Ia ingin dari kegiatan tersebut, selain meningkatkan kualitas pembelajaran mahasiswa dan dosen, juga mendukung program-program fakultas. Di mana nantinya pihaknya bisa menerapkan metode pembelajaran dari beberapa pandangan-pandangan, pendekatan dan proses perencanaan, pengembangan dan pelaksanaan dari Messiah.
“Sebenarnya semua model kita gunakan, nanti kita kolaborasikan mana yang cocok dengan kita. Karena pendidikan di Indonesia yang majemuk,” ungkap Hasan Busri.
Begitu juga dengan Rektor Unisma Prof. Dr. H. Maskuri M.Si yang sangat mendukung dengan seminar internasional yang digelar oleh FKIP. Sehingga dengan seringnya seminar yang digelar akan meningkatkan kualitas mahasiswa dan dosen. (eri/adv/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang