Khusus Hari Jumat, Bebaskan Siswa Corat-coret Tembok Sekolah


Malang Post, Mencoret tembok dengan pilox atau cat warna sepertinya menjadi kegemaran banyak remaja. Hal itu pula yang ditangkap SMPN 12 Malang. Sekolah ini memberikan waktu khusus kepada siswanya untuk berkreasi di tembok sekolah.
Perilaku vandal atau yang dikenal dengan mencoret-coret tembok sering ditemui berbagai tempat. Begitu juga di lingkungan pendidikan. Tengoklah coretan di tembok-tembok kelas, kamar mandi hingga bangku-bangku sekolah kerap menjadi sasaran bagi pelakunya. Namun perilaku vandal tersebut, bisa diarahkan dengan baik jika anak-anak didengar suara hati dan bakatnya dengan diberikan satu tempat atau wadah untuk mengekspresikannya menjadi karya bernilai seni. Itulah yang dilakukan tenaga pengajar di SMPN 12 Malang.
“Berawal dari banyaknya coretan di bangku, tembok dan kamar mandi sekolah. Munculah ide dari sekolah untuk memberikan wadah bagi mereka. Karena kami yakin apa yang mereka lakukan bisa bermanfaat dan dikembangkan dengan baik jika diberi wadah yang kami beri nama Jumat Apresisasi dan Kreasi,” ujar Guru Mapel Seni Budaya Purnomo Sigit, S.Pd kepada Malang Post.
Apa yang dijelaskan tersebut, merupakan ide yang keluar dari program penguatan pendidikan karakter (PKK) yang harus bisa ditangkap dan diimplementasikan dengan baik oleh para tenaga pengajar. Jumat apresiasi dan kreasi yang baru dimulai sejak tahun 2017 tentunya dilaksanakan setelah kegiatan belajar mengajar usai.
“Program ini memang baru satu tahun, di mana program jumat apresiasi dan kreasi ini terbagi menjadi empat. Yang diantaranya Jumat Literasi dan Jumat Keagamaan, Jumat Bersih dan terakhir Jumat Apresiasi dan Kreasi,” bebernya.
Dalam penerapannya, selama satu bulan dengan empat kegiatan tersebut dilakukan setiap minggunya. Untuk Jumat Literasi, sekolah memberikan pembelajaran dengan berbagai cara seperti menonton film yang mengedukasi untuk kemudian dilakukan diskusi. Untuk Jumat keagamaan,  sekolah biasa menggelar tausyiah atau istighosah dengan mengundang pembicara dari luar yang ditujukan untuk memperkuat karakter dan moral siswa.
Sedang untuk Jumat bersih, seluruh siswa dari kelas VII, VIII, VIII membersihkan lingkungan sekolah dan kelas secara bersama-sama. Dengan tujuan agar tercipta rasa saling bergotong royong antar mereka selain untuk menjaga kebersihan lingkungan yang berdampak pada kesehatan.
“Nah barulah pada Jumat apresisasi dan kreasi ini anak-anak bisa menunjukkan dan mengapresiasikan bakat yang mereka punya. Bagi yang suka menggambar bisa melakukannya di tembok pagar dalam sekolah yang telah disediakan. Bagi yang suka musik, mereka bisa menggelar panggung sederhana untuk menghibur temannya,” paparnya.
Dari program Jumat apresiasi dan kreasi itu ditegaskan oleh Waka Kurikulum SMPN 12 Malang, Achmad Agustiyanto, S.Pd jika program itu mendapat tanggapan positif dari siswa.
“Para siswa dari kegiatan setiap minggunya itu, mereka bisa bebas mengapresiasikan minat dan bakatnya di bidang non akademik dengan lebih bermanfaat. Sehingga apa yang mereka luapkan memiliki nilai positif,” jelasnya.
Apa yang telah dijelaskan oleh tenaga pendidik SMPN 12 itu terbukti dengan semangat siswa-siswa di terik matahari secara bergantian menggoreskan cat warna agar sebuah karya dapat terukir. Apalagi baha-bahan cat warna atau pilok yang dibawa siswa dari uang mereka sendiri. (keris/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...