Wadahi Bakat Kepramukaan Siswa SD se Malang Raya


 
MALANG - Pekan C 21 Prestasi SMPK Frateran dimulai, Sabtu (20/1) kemarin. Kegiatan diawali dengan lomba Pramuka tingkat SD se Malang Raya. Ratusan peserta yang hadir mengikuti agenda perlombaan dengan penuh antusias. Tepat Pukul 07.00 WIB,  acara dimulai dengan senam Maumere yang diikuti serentak oleh panitia dan peserta lomba.
"Lomba Pramuka itu harus dilaksanakan dan diikuti dengan kegembiraan. Makanya kita awali dengan senam bersama," ujar Tarsisius Sulistiyanto, S.Pd, Kordinator Lomba. 
Usai senam, acara dilanjutkan dengan perlombaan. Ada lima mata lomba dalam Pramuka kreatif kali ini. Antara lain lomba PBB, sandi morse dan semaphore, game panca indra,  pionering dan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD).
"Yang terbaru tahun ini lomba PPGD, sebelumnya belum pernah kita gelar," ujarnya. 
Yanto menjelaskan PPGD merupakan materi dasar dalam menangani korban kecelakaan, khususnya yang mengalami patah tulang. Maka di even lomba Pramuka Pekan C21 Prestasi kali ini, difasilitasi lomba PPGD agar siswa semakin menguasai materi tersebut. 
"Yang dinilai tentu ketepatan dalam membalut dan kecekatan dalam menangani korban," imbuhnya.
Demikian dengan lomba sandi, poin yang dinilai adalah ketepatan peserta dalam menerjemahkan dan menjawab soal perintah yang diberikan oleh panitia. Dalam hal ini yang menjadi pemberi saol atau pesan berupa sandi morse dan simaphore adalah siswa-siswi SMPK Frateran yang telah pandai dalam kepramukaan.
"Soal-soal yang kami berikan jelas,  sehingga tidak membuat peserta memberikan banyak opsi jawaban," tambahnya.
Lomba yang juga terbilang unik dalam kepramukaan kali ini adalah lomba panca indra. Para peserta diberikan waktu beberapa menit untuk mengamati dan mengingat bermacam jenis bahan masakan. Selanjutnya mereka diperintah untuk menyalinnya dalam bentuk tulisan.
Dalam lomba ini, yang diuji adalah daya ingat peserta. Yanto menjelaskan ada tiga indera yang dipakai dalam lomba ini. Yaitu indera penglihatan,  penciuman dan peraba.
"Selain disalin dalam tulisan, peserta juga diuji kemampuan penciuman dan perabanya. Intinya adalah kekuatan mereka dalam mengingat setiap bahan yang mereka amati," terangnya.
Sementara untuk lomba pionering yang dinilai adalah ketepatan dalam simpul tali dan kekuatan dari ikatannya. Untuk menguji kuat tidaknya ikatan,  yaitu dengan memberikan beban pada simpul talinya.
“Kami minta perserta sendiri untuk berdiri di atas ikatan sampul kemudian diangkat oleh temannya, dari situ akan diketahui seberapa kuat ikatan tali yang mereka buat,” tutur Yanto. 
Ia menjelaskan dalam kepramukaan siswa tidak hanya dibina untuk kreatif. Namun juga ada pendidikan karakter yang begitu kaya dalam pramuka.
"Dengan Pramuka anak-anak menjadi disiplin, berani, juga bertanggungjawab dengan tugas yang dibebankan pada mereka," tukasnya. 
Pekan C-21 Prestasi merupakan agenda tahunan SMPK Frateran Celaket 21. Kegiatan ini dimeriahkan dengan beragam perlombaan olahraga dan kreatifitas untuk siswa-siswi SMP Se Malang Raya.
Salah satu tujuannya untuk memperkenalkan sekolah yang berada di Jalan Jaksa Agung Suprapto ini kepada masyarakat. Kini, SMPK Frateran Celaket 21 telah membuka Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tahun ajaran 2018-2019. (imm/sir/udi) 

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...