Kampung Berpotensi Jadi Panggung Budaya

 
MALANG - Kampung dan masyarakat di dalamnya merupakan lumbung sebuah ide. Jika lumbung ide tersebut dikelola dengan baik, maka hasil nyatanya dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat, contohnya seperti Kampung Budaya Cempluk.
"Itulah, maka kampung harus kita geliatkan secara produktif," ujar penggagas Festival Kampung Cempluk Rudy Eko Prasetyo saat menjadi pembicara dalam silaturahmi budaya di UMM, Sabtu. 
Ia juga menjelaskan, dengan banyaknya kebudayaan lokal yang ada di sekitar tinggal bagaimana masyarakat terus bergerak dengan berbagi ide. Utamanya bagi mahasiswa.
“Sebagai mahasiswa, semestinya untuk tetap menghidupkan dan terus berjejaring harus tetap aktif dalam kesenian di lingkungannya ngekos. Apalagi bisa menjadi penggerak di kampungnya serta memfasilitasi,” tegasnya. 
Ia menuturkan, untuk menggelar sebuah kebudayaan, seni hingga musik cukup dengan hal-hal sederhana.
“Untuk menggelar pentas sebenarnya tidak perlu megah, cukup dengan kesederhanaan dan dilakukan secara gotong-royong dan membuat orang tersenyum sudah cukup,” ujar Rudy. 
Pemateri lain yang hadir Ketua Museum Musik Indonesia, Hengki Herwanto, dan Kepala Lembaga Kebudayaan UMM, Dr. Daroe Istiwatiningsih M.Si. 
Sementara itu, Hengki Herwanto mengamati jika selama ini pelaku seni, baik individu dan komunitas di Malang masih berjalan sendiri. Padahal diungkapnya jika potensi yang seni di Malang sangat bagus. 
“Masih belum kompaknya pelaku seni di Malang merupakan salah satu permasalah yang membuat jejaring budaya belum optimal. Ditambah lagi rendahnya dukungan dari pemerintah,” beber Hengki.
Hengki juga ingin, lembaga pendidikan seperti UMM bisa menghasilkan aspirasi tentang pokok pikiran kebudyaan di daerahnya. Dengan begitu semakin banyak aspirasi dari lebaga pendidikan dan masyarakat akan semakin bagus. 
Muhammad Asyhari Rahman Nur, mahasiswa S2 Pendidikan Bahasa Indonesia, UMM yang ikut dalam diskusi mengaku tergerak untuk melakukan hal kecil di asrama tempat tinggalnya.“Dari silahturahmi budaya ini, saya ingin bersama teman-teman mengadakan pentas seni dari budaya asal kami. Dengan begitu kita datang ke Malang tidak menumpang tempat saja, sehingga asimilasi, akulturasi budaya serta terjadi silahturahmi yang baik dengan masyarakat sekitar,” pungkasnya. (eri/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :