Kuota Jalur Wilayah Diperbesar Jadi 90 Persen

 
MALANG - Penerimaan siswa baru jenjang SD/SMP dirancang berbeda, tahun ini. Kuota jalur wilayah diperbesar dari awalnya 40 persen menjadi 90 persen. Seperti diketahui, jalur wilayah ini diperuntukkan bagi warga sekitar sekolah tanpa melihat nilai hasil Ujian Nasional (UN). Hal tersebut ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dra Zubaidah, MM. Menurutnya, besaran kuota jalur wilayah ini sudah ditegaskan Mendikbud saat rapat koordinasi dengan para kepala dinas di Jakarta.
“Penambahan kuota ini sudah bisa dipastikan, walaupun dalam pelaksanaannya masih menunggu petunjuk teknis,” ujar Zubaidah kepada Malang Post.
Menurutnya, kuota 10 persen sisanya, akan diseleksi melalui dua jalur, yakni jalur prestasi dan luar kota. Ia menjelaskan lebih lanjut, perubahan kuota wilayah tersebut ditujukan untuk pemerataan mutu pendidikan dan menghilangkan image sekolah favorit. Selain itu, agar siswa tidak mengeluarkan biaya lebih untuk transportasi. 
“Dengan rencana tersebut, kita ingin semua sekolah menjadi favorit. Sehingga tidak ada lagi yang namanya sekolah unggulan,” terangnya.
Pada tahun lalu, untuk penerimaan melalui jalur wilayah hanya 40 persen. Sedang untuk selebihnya menggunakan jalu online dengan 5 persen penerimaan siswa dari luar kota dan 5 persen penerimaan siswa berprestasi. Berbeda dengan tahun ini yang lebih memprioritaskan wilayah yang mencapai 90 persen. Persyaratan tersebut untuk SD dan SMP.
Zubaidah juga mengungkapkan, prioritas diutamakan bagi pendaftar dari RT, RW dan kelurahan yang telah ditentukan wilayahnya. Namun, perlu digaris bawahi, jika dalam satu RT, RW atau Kelurahan pendaftar sudah melebihi kuota akan ditentukan dengan nilai. 
“Makanya kita ingin orangtua harus segera memikirkan dan mempersiapkan anak-anaknya untuk PPDB tahun ini. Salah satunya dengan adanya  pendidikan keluarga, di mana orangtua harus berkoordinasi dengan putra-putrinya dan kemudian sharing ke lembaga sekolah,” bebernya.
Perempuan ramah ini juga menjelaskan, untuk kuota setiap sekolah belum diketahui jumlahnya. Namun yang pasti dari permendiknas setiap rombongan belajar (rombel) maksimal terdiri dari 28 siswa dengan maksimal empat rombel. Berbeda dengan kuota tahun sebelumnya dengan jumlah maksimal 32, dengan jumlah maksimal empat rombel.
“Dari adanya permendiknas ini, sekolah swasta juga akan diuntungkan. Dengan begitu sekolah swasta harus berbenah dan lebih meningkatkan kulitas, fasilitas serta sarana dan prasarananya untuk meningkatkan mutu pendidikan,” tegas perempuan ramah ini. 
Ia menambahkan, untuk aturan juga masih sama dalam menerima peserta didik baru, yaitu maksimal 28 siswa dari julah maksimal empat rumbel.
Zubaidah menegaskan sekali lagi, bahwa gambaran untuk PPDB SD/SMP tahun ini seperti yang telah dijelaskan. Secepatnya, pihaknya akan melakukan sosialisasi dan menunggu juknis dan juklak dari kementerian.
Untuk mengimbangi pemerataan kualitas pendidikan tersebut, tidak hanya berlaku bagi siswa saja. Pemecahan tenaga pendidik juga sudah mulai dilakukan, misalnya guru berprestasi di sekolah A akan dipindah ke sekolah B. 
“Dengan begitu, pemerataan diharap bisa maksimal karena guru tersebut secara tidak langsung akan memotivasi guru lainnya di sekolah baru. Begitu juga dengan siswa yang berpotensi di daerahnya bisa mengangkat sekolah yang ada di daerahnya,” pungkasnya. (eri/oci)

Berita Lainnya :