Sukses! Lab School Competition 2018

 
MALANG – Ratusan pelajar Malang Raya menjadi saksi kemeriahan Lab School Competition (LSC) 2018. Dihelat sejak 16 Januari, gelaran bergengsi ini mencatat sekolah-sekolah terbaik yang jadi juara. Kepala SMA Laboratorium UM Rosdiana Amini, M.Pd mengatakan, LSC yang telah menjadi agenda rutin sekolah bertujuan untuk mewadahi bakat dan potensi siswa. Selain itu juga menjadi ajang pengenalan sekolah kepada masyarakat khususnya siswa-siswi SMP/MTs. 
“Dengan mengenal sekolah ini, harapan kami nantinya mereka bisa melanjutkan di SMA Lab,” ucapnya.
Kegiatan yang digelar SMA Laboratorium UM  ini mewadahi seluruh potensi siswa SMP/MTs dalam sebuah kompetisi tingkat Malang Raya.  Perlombaan yang digelar yakni Turnamen Futsal,  lomba Mascout Kepramukaan, Olimpiade Matematika dan Olimpiade IPA.  
Kepada para juara, SMA Laboratorium UM  memberikan penghargaan besar. Selain hadiah berupa tropi, sekolah di jalan bromo ini juga memberikan hadiah berupa beasiswa. Yaitu biaya nol persen selama studi tiga tahun kepada para juara LSC 2018. 
Sebagai sekolah yang dibina langsung oleh Universitas Negeri Malang, SMA Laboratorium memiliki program-program unggulan. Antara lain International Class Program,  Global Learning dan Lesson Study Club.  
"Dalam menjalankan program tersebut kami bekerja sama dengan dosen-dosen ahli dari UM," kata Rosdiana.
Dari program yang telah berjalan tersebut, SMA Laboratorium UM  ingin melangkah jauh ke depan dengan tampil tak hanya di tingkat nasional tapi juga di kancah dunia.  Oleh karenanya,  segala upaya dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Salah satunya, meningkatkan kemampuan siswa dalam Bahasa Inggris. Sebab para siswa juga diajarkan budaya dari berbagai negara di dunia.
"Kami berharap dengan program international ini siswa SMA Lab, termasuk para lulusan, tidak hanya bersaing di dalam negeri tapi juga kompetitif di luar negeri, " harapnya.
Yang terbaru, lanjut Rosdiana, untuk suksesnya peningkatan kompetensi siswa dan guru, SMA Laboratorium UM  kini memiliki klinik akademik. Klinik ini dilayani dan difasilitasi dengan dokter belajar dan dokter pembelajaran. Klinik dokter belajar dikhususkan untuk para siswa yang mengalami kesulitan dalam memahani suatu materi.  
"Siswa yang masuk ke klinik ini mendapat rekom dari guru bersangkutan yang selanjutnya mendapatkan bimbingan secara intensif dari para dosen profesional," terangnya.
Ia menuturkan, layanan dokter belajar ini tak hanya untuk siswa dengan tingkat pemahaman yang rendah. Tapi juga untuk siswa yang memiliki kemampuan di atas rata-rata.  
"Sebab ada juga siswa kami yang memiliki kemampuan lebih dari pada umumnya,  maka kita fasilitasi mereka dengan materi ajar yang lebih tinggi, " kata dia.
Sedangkan klinik pembelajaran, lanjut Rosdiana, lebih diutamakan untuk para guru.  Yang juga mengalami kesulitan dalam mengajar atau menemukan beberapa kendala dalam kegiatan KBM. Biasanya 'terapi' untuk para guru ini waktunya ditentukan lebih dulu,  untuk mendapat binaan dari para doktor dan profesor dari UM.  
"Kalau klinik belajar kita buka setiap hari, sedangkan klinik pembelajaran bisa seminggu sekali. Dan program ini sudah kita jalankan mulai awal tahun ajaran baru," ungkapnya.
Pembinaan untuk para guru dinilai penting untuk semakin meningkatkan kualitas SDM dari guru itu sendiri. Apalagi ilmu dan teknologi mengalami kemajuan yang sangat pesat sehingga menuntut para guru untuk semakin kreatif dan inovatif.
“Karena tugas guru memberikan pengajaran pada murid. Sementara ilmu pengetahuan itu terus berkembang.  Maka guru SMA Lab harus bisa mengimbangi kemajuan tersebut, dengan cara terus mengasah kemampuan mereka," tuturnya. 
Ia menjelaskan, diadakannya program klinik ini,  bertujuan tidak lain untuk meningkatkan mutu keluarga besar SMA Laboratorium.  Baik dari potensi peserta didik,  maupun peningkatan SDM guru.
"Karena ke depan kami bertekad dengan perubahan yang lebih baik, dengan peningkatan mutu pelajar dan kompetensi guru," ucapnya. 
“Apa yang kami lakukan semata-mata untuk memberikan layanan pendidikan terbaik bagi masyarakat,” imbuhnya. (imm/sir/oci) 

Berita Lainnya :