Belum Sertifikasi, Guru PAUD Dapat Diklat


BATU - Totalitas memberikan bantuan untuk memajukan pendidikan di Kota Batu diperlihatkan Inshk Tolaram Foundation. Bersama-sama Dinas Pendidikan dan Dirjen PAUD dan Dikmas, perusahaan yang pernah mendirikan toko Tolaram di Kota Malang ini melatih 50 guru PAUD, TK dan RA mulai Senin (22/1) .
Guru yang dilatih adalah mereka belum memiliki kualifikasi mengajar di PAUD, TK dan RA. Mereka diberikan Diklat Berjenjang Guru Paud Tingkat Dasar selama lima hari di Balai Kota Among Tani.
Diklat ini  dibuka Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko didampingi Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso. Pembukaan juga dihadiri Direktur Inshk Tolaram Foundation, Mimu Nanwani.
"Mulai dari narasumber, lengkap dengan transportasi dan akomodasi hingga konsumsi serta perlengkapan lainnya. Semua full diberikan Tolaram, kami sangat berterima kasih," ujar Mistin, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu.
Para guru diberikan kesempatan untuk mengikuti pelatihan berjenjang tingkat dasar. Hal itu berlaku bagi mereka yang belum pernah menempuh pendidikan tinggi mengajar di PAUD.
Menurut Mistin, diklat ini sangat dibutuhkan oleh lembaga pendidikan dasar. Selama ini masih ada guru Paud belum memiliki kualifikasi. "Jumlahnya memang tidak begitu banyak. Kami terus latih agar kompetensi mereka bertambah. Diklat ini bukti kalau Tolaram Cinta Kota Batu dan ingin berkarya positif," tegas Mistin.
Sementara itu Mimu Nanwani mengatakan, usia dibawah enam tahun adalah usia sangat penting dalam memberikan stimulasi pendidikan. "Keberhasilan membangun kualitas pendidikan usia dini sangat berpengaruh pada pendidikan selanjutnya," terang Direktur perusahaan berkantor di Singapura ini.
Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko juga sangat bersyukur kepada Tolaram karena sudah banyak memberikan bantuan Pemkot Batu di dunia pendidikan. Program tersebut bisa terlaksana karena berawal dari obrolan ringan dengan Mimu.
"Seperti dikatakan Mimu, usia 0 - 5 tahun itu adalah usia emas. Apa yang disampaikan guru-guru bisa menjadikan anak-anak kita sebagai pemimpin di masa depan. Saya tidak tahu berapa uang yang disiapkan oleh pemkot kalau tidak ada Tolaram menyelenggarakan Diklat ini," ujar Dewanti.
Ia berharap, 50 guru menjadi peserta Diklat ini memaksimalkan pengetahuan untuk mengajar nanti. "Kita harus ajarkan sopan santun dan etika selain mengembangkan kognitif. Saya berharap, selama lima hari diklat dilakukan serius tapi santai," pesan Dewanti.
Selama lima hari, peserta diberikan pengetahuan tentang konsep dasar PAUD, perkembangan anak, gizi dan kesehatan anak usia dini. Cara anak usia dini belajar, komunikasi dalam pengasuhan, perencanaan pembelajaran, evaluasi pembelajaran cara mengajar hingga etika dan karakter pendidik Paud juga menjadi materi penting. (dan/feb)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...