PPDB Jalur Wilayah, 27 SMPN Wadahi 57 Kelurahan


MALANG - SMP Negeri di Kota Malang siap menampung warga sekitar sekolah lewat jalur wilayah PPDB 2018. Pada PPDB jalur wilayah, siswa yang diprioritaskan untuk diterima dilihat dari jarak tempat tinggal sekolah sesuai zonasi, nilai ujian sekolah, prestasi bidang akademik dan usia.
Kadis Pendidikan Kota Malang Dra Zubaidah MM menuturkan, pembagian wilayah sudah diatur dengan berbagai pertimbangan. Termasuk sudah dilakukan survey agar tidak ada permasalahan dikemudian hari.
“Dalam pembagian wilayah tentunya sudah dilakukan survey terlebih dahulu dengan harapan meminimalisir adanya kendala atau permasalahan,” ungkap Zubaidah.
Mengaca pada tahun lalu, pembagian wilayah untuk SMPN 3 adalah Kelurahan Klojen dan Samaan. Sementara SMPN 5 terdiri dari Kelurahan Rampal Celaket, Ksatrian dan Kelurahan Lowokwaru. SMP Negeri 15 menampung siswa dari Kelurahan Pisang Candi, Bandulan dan Kelurahan Karang Besuki. Ada 27 SMP Negeri yang sudah dibagikan zonasi untuk menampung 57 kelurahan yang ada di Kota Malang.
Hanya saja, Zubaidah menegaskan, pelaksanaan jalur wilayah ini juga memberi tantangan baru bagi sekolah. Ia mencontohkan, seperti diterimanya siswa dengan nilai lebih rendah dari rata-rata sekolah, secara tidak langsung membuat tenaga pengajarnya harus memiliki metodologi khusus.
“Dari masuknya siswa dengan input rendah ke sekolah tersebut, beban guru menjadi lebih ekstra. Karena setiap siswa tidak bisa disamakan kemampuannya saat menerima pelajaran, ada yang cepat tanggap dan sebaliknya. Dengan begitu, guru harus memiliki metode khusus dalam penangannya. Itu merupakan kewajiban bagi guru,” tegasnya.
Dengan salah satu permasalahan tersebut, lanjut dia, sekolah harus mencari inovasi dan memilah anak didik dari mulai cara penanganan agar tidak disamaratakan. Hal tersebut juga mencakup pada sekolah yang menerapkan sistem semester seperti yang tengah diuji cobakan di SMPN 3 dan 5 Malang. Sehingga membuat harus menggunkan metedologi khusus untuk nantinya bagi siswa yang memiliki input rendah.
Sementara itu, Kepala SMPN 3 Malang Dra. Tutut Sri Wahyuni, M.Pd, mengatakan jika PPDB jalur wilayah bukan menjadi persoalan dan sama saja. “Bagi kami, jika penerapan jalur wilayah sebanyak 90 persen itu tidak masalah. Meskipun sekolah akan menerima siswa dengan input nilai dibawah rata-rata,” bebernya.
Ia mengatakan lebih lanjut, dengan sistem semester yang diterapkan sekolahnya sama dengan kelas akselerasi. Dengan total sebanyak enam semester. Sehingga siswa yang cepat tanggap akan selesai lebih cepat. Sedang nantinya, bagi siswa yang lamban secara tidak langsung akan terpacu.
“Intinya, kalau siswa lamban bisa dikatakan tidak naik kelas atau akan menjadi delapan semester. Dengan begitu sekolah memberi wadah bagi siswa yang memiliki minat dan bakat. Namun untuk saat ini, kami masih menerapkan hingga enam semester,” pungkasnya. (eri/oci)

Berita Lainnya :

loading...