Pramuka Hilangkan Minder

 
MENUJU sukses tidak ada yang mudah dan instan. Mungkin itu kata yang tepat untuk menggambarkan sosok Kepala SDN 3 Kauman Malang Drs. Winarto, M.Pd. Pria kelahiran Blitar, 3 Oktober 1962 resmi dilantik menjadi Kepala Sekolah di SDN 3 Kauman pada tanggal 3 Januari setelah seblumnya sebagai Pelaksana Tugas  (PLT) Kepala Sekolah sejak tahun 2012-2017 di SDN 4 Merjosari. 
Pria lulusan S1 PMPKN IKIP PGRI Malang yang kini menjadi Universitas Kanjuruhan ini telah menjadi guru sejak tahun 1982 dengan mengawali karirnya di SD Sriwedari yang bertempat di jalan Bogor. Memiliki postur tubuh yang dirasa kecil diantara teman-teman lainnya, membuat Winarto cukup minder saat masuk SPG Celaket 21 kala itu. 
“Diantara teman-teman waktu itu saya memiliki postur yang paling kecil dan agak minder kala itu,” ujarnya.
Namun hal tersebut tidak membuatnya berdiam diri, berbekal tekad yang kuat untuk menjadi pendidik yang baik. Winarto melatih dirinya untuk mengajar lewat temannya yang kala itu menjadi pembina pramuka. Dirasa mampu menjadi seorang pembina dan mendidik siswanya dengan baik, rasa percaya diri Winarto mulai tumbuh. Hal tersebut pula yang membuat dirinya lebih unggul satu langkah dari teman-temannya saat kelas tiga ketika diminta untuk mengajar siswa.
“Saya sudah punya pengalaman mengajar sebelumnya lewat membantu teman membina pramuka, jadi sudah tidak canggung lagi ketika berhadapan dengan siswa, begitu pula menyikapi berbagai macam tingkah laku siswa,” sambungnya.
Sering menjadi bintang kelas mulai kecil hingga menjadi asisten dosen ketika kuliah ternyata menular ke murid yang ia bina. Winarno melanjutkan, pada tahun 1991-1998 selalu berhasil mengantarkan siwanya untuk menjuarai PNP, P4 dan SPB mulai dari tingkat provinsi hingga nasional. Keberhasilannya dibidang akademik tidak berhenti pada siswanya saja. Tidak mau kalah dari siswanya, pria yang juga pernah menempuh studi S2 di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya ini berhasil menjadi juara guru prestasi pada tahun 2004.
“Waktu itu saya berfikir bahwa saya juga harus berprestasi seperti halnya murid yang saya dampingi agar bisa termuat di koran. Akhirnya mencoba ikut guru prestasi. Tidak menyangka waktu itu kalau bisa juara hingga tingkat nasional karena saingannya juga berat,” lanjut pria berkacamata ini.
Kala itu Winarno berhasil finish di urutan ke tiga tingkat nasional. Tidak puas sampai di situ saja, pada tahun 2009 ia mengikuti lomba Anugerah Konstitusi bagi Guru PKN terbaik tingkat nasional yang diadakan secara langung oleh Mahkamah Konstitusi, dan lagi-lagi Winarto berhasil meraih juara 2.
“Waktu itu memang sudah rejeki ya, selain berusaha saya juga tidak pernah lupa untuk selalu berdoa, karena itu yang utama. Hingga prestasi terakhir saya yaitu memeroleh predikat pengelolaan supervisi terbaik tingkat Kota Malang,” sahutnya kepada Malang Post.
Dengan deretan prestasi yang ia miliki, kini ia sering menjadi narasumber media pembelajaran, Karya Tulis Ilmiah serta bimbingan guru berprestasi di Kota Malang. Dibalik prestasi akademiknya yang begitu banyak, siapa sangka bahwa pria berusia 56 tahun ini juga aktif berorganisasi di Pramuka dan telah memiliki sertikat Kursus Pelatih Lanjutan (KPL).
“Saya juga suka berorganisasi khususnya di Pramuka karena sudah membentuk karakter saya sejak kecil. Terkadang ketika ada waktu kosong saya juga mengisi materi untuk pembina pramuka lainnya,”pungkasnya. (mg2/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :