Kembangkan Samroh, Antarkan Siswa Berprestasi Hingga Provinsi

 
EKSTRAKURIKULER memang menjadi ajang pengembangan bakat siswa dan mencari prestasi. Hal tersebut yang berhasil diterapkan di SMPN 16 Malang pada salah satu ekstrakurikulernya, yaitu Samroh. Samroh yang merupakan salah satu musik islami yang mulai ditinggalkan ini tidak berlaku di SMPN 16 Malang ini.Justru lewat Samroh, siswanya mampu berkompetisi hingga tingkat provinsi. Kordinator Ekstrakurikuler, Budi Sulistio S.Ag mengatakan bahwa Samroh memang menjadi esktrakurikuler andalan sekolahnya.
“Meskipun jarang ditemui di sekolah lain, di sekolah kami ekstra ini selalu memiliki peminat dan menjadi andalan,”jelasnya.
Samroh di sekolah yang berlokasi di jalan Teluk Pacitan no. 46 Arjosari Malang ini memang sudah berdiri sejak lama. Sempat vakum cukup lama, ekstra yang bernama Samroh Bahirotus Salam mulai gencar kembali pada tahun 2005 dan mulai menunjukan eksistensinya dengan mengikuti Pekan Seni Pelajar di tingkat Kota Malang. Di awal kemunculannya, samroh besutan Budi Sulistiyo bersama sang istri berhasil meraih juara.
“Esktra ini memang kembali saya aktifkan pada tahun 2005 dan bersama istri saya yang lebih berpengalaman di dunia Samroh, siswa yang berminat dan potensi langsung kita latih dan Alhamdulillah berhasil meraih juara 1,” sambung guru agama ini.
Samroh milik SMPN 16 Malang memang sudah menjadi langganan juara di ajang Pekan Seni Pelajar tingkat kota yang diadakan oleh Dinas Pendidikan. Bahkan bukan cuma sekali dua kali saja menjadi juara, mereka telah berhasil memertahankan gelar yang diperolehnya selama delapan tahun berturut-turut dan selalu melaju ke tingkat Provinsi.
Di era globalisasi saat ini, adanya siswa yang masih tertarik terhadap musik islami seperti samroh merupakan hal yang luar biasa. Budi mengungkapkan bahwa esktra ini diminati oleh siswa putri yang memang memiliki latar belakang santri dan berminat di dunia musik. 
“Rata-rata anggota kita memang memiliki latar belakang yang pernah mondok atau berada di Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ), selain itu juga tidak ada ekstra musik lain di sekolah ini selain samroh,” lanjutnya.
Asna Nur Nabila, salah satu anggota Samroh yang berhasil meraih vokalis terbaik nomer tiga di Pekan Seni Pelajar Tingkat Provinsi tahun 2017 lalu juga mengutarakan ketertarikannya pada musik Samroh. Menurutnya lewat ekstrakurikuler Samroh di sekolahnya, ia bisa meraih prestasi karena samroh sekolahnya selalu unggul setiap kali lomba.
Selain ketertarikannya pada samroh karena prestasi yang sering diraih, ia juga mengatakan, Samroh bukanlah musik kuno, akan tetapi juga mengikuit perkembangan zaman mulai dari pakaian hingga koreografinya. 
“Samroh sekarangpun juga sudah modern, bajunya bagus-bagus dan koreografinya juga keren. Bahkan saat juara kemarin, saya bersama teman-teman dileskan oleh sekolah ke guru vocal, itu luar biasa,” pungkasnya. (mg2/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...