MPLS Simpatik di SMA Panjura

 
MALANG - Sebagai bentuk upaya penyesuaian diri dengan lingkungan sekolah, SMA Panjura menggelar kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk peserta didik barunya. MPLS SMA Panjura digelar dengan pendekatan kasih sayang dan kekeluargaan. Dengan tema ‘MPLS Simpatik’, kegiatan ini diikuti oleh 137 siswa baru dengan beragam kegiatan menarik sehingga para peserta tidak merasa bosan. Termasuk pemberian materi yang bersifat tematik sesuai dengan silabus yang telah ditentukan oleh Dinas Pendidikan.
Materi MPLS tahun ini antara lain berkaitan dengan pergaulan, narkoba, pendidikan seksual dan yang tidak kalah penting adalah tetang pendidikan karakter. Kepala SMA Panjura Herman Budiono, SH menjelaskan bahwa karakter utama yang ingin dibentuk adalah kejujuran. Karena menurutnya pendidikan di Indonesia saat ini sedang mengalami krisis kejujuran. 
“Itu poin utama yang ingin kami tanamkan pada siswa kami, terutama siswa baru di sekolah ini,” ucapnya.
Sejak dulu kejujuran telah menjadi karakter yang kuat di lingkungan SMA Panjura. Bahkan setiap tahun sekolah di Jalan Kelud ini selalu menegaskan bahwa UN harus digelar secara jujur. Prinsip jujur tak hanya berlaku saat ujian. Namun juga dalam kehidupan sehari-hari melalui penerapan self dicipline.  “Sehingga meskipun tidak ada bagian penegak disiplin, siswa akan tetap jujur dengan mengontrol dirinya sendiri,” tambahnya.    
Kemasan Materi PLS juga disampaikan dengan sentuhan visual. Seperti pemutaran film dan gambar. Film yang ditayangkan berisikan pesan moral agar siswa dapat menjaga diri dari pergaulan bebas. Melalui film tersebut mereka juga diajarkan bagaimana menganalisa jati diri seseorang. 
“Maksudnya agar mereka tidak salah memilih teman,” imbuhnya.   
Selain itu MPLS juga diselingi beberapa game yang bersifat edukatif. Tujuannya antara lain agar antar siswa baru menjadi akrab. Keakraban antar personal dinilai penting untuk membuat siswa baru merasa nyaman di lingkungan sekolah baru mereka. Permainan juga berguna untuk melatih siwa baru SMA Panjura menjadi kompak dan dapat bekerjasama dalam sebuah tim. Sehingga setiap permasalahan yang ada dihadapi bisa diselesaikan bersama. 
 Nilai karakter lainnya yang ditanamakan melalui metode game ini adalah sikap disiplin. Sebab salah satu syarat untuk mencapai sebuah kesuksesan adalah sikap disiplin yang dimiliki siswa. Selain kejujuran, sikap disipilin menjadi karakter utama yang menggambarkan seorang pelajar yang bermutu. Tanpa sikap disiplin, seorang siswa akan sulit meraih sebuah keberhasilan.
Prinsip jujur dan disiplin inilah yang membawa nama SMA Panjura masuk 40 sekolah swasta unggulan di Indonesia, berdasarkan rilis sebuah Majalah Pendidikan Jakarta. Pasalnya, kejujuran dalam Ujian Nasional misalnya, menjadi kriteria penilaian. “Di dalam penilaian tersebut SMA Panjura masuk dalam kategori sekolah yang jujur dalam menyelenggarakan Ujian Nasional tanpa ada indikasi kecurangan,” tukasnya. (mg19/mp2/sir/) 

Berita Terkait

Berita Lainnya :