ITN Siap Jadi Penggerak Inovasi Daerah

 
MALANG - ITN Malang siap menjadi partner pemerintah daerah dalam rangka pembangunan wilayah. Dengan modal para pakar handal dan juga fasilitas teknologi yang dimiliki di tiap jurusan, saat ini sejumlah daerah sudah memercayakan perencanaan pembangunannya kepada ITN Malang. 
Salah satu program studi yang banyak dipercaya pemerintah adalah Planologi dan Geodesi. Prodi Penataan Wilayah dan Kota (PWK) bahkan saat ini dipercaya mengawal sosialisasi Pengajuan Kembali (PK) rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang. Selain itu, pemerintah provinsi Jawa Timur juga sangat mengandalkan para pakar tata kota ITN dalam sejumlah program diantaranya Program Pembangunan Kota Surabaya. Dimana para pakar perencanaan ITN menjadi narasumber dalam program pembangunan Kota Surabaya tersebut. 
“Kami juga terlibat dalam program penanganan pemukimah kumuh dan juga perencanaan kota-kota kecil di daerah. Khusus di Kota Malang, pakar ITN juga dilibatkan dalam rencana pembangunan kereta gantung,” ungkap Ketua Prodi PWK ITN Malang Ida Soewarnie ST. MT kepada Malang Post.
Sejumlah pakar Tata Kota ITN diantaranya Dr. Ir Ibnu Sasongko, MT, Ir. Agustina Nurul Hidayati, M.TP, Ari Setyawan ST.MT, Maria Christina Endarwati, ST. MIUEM, dan Ida Soewarnie, ST.MT.
Menurut Ida, sebagai salah satu penggagas berdirinya Asosiasi Perencana Indonesia (ASPI), ITN juga ikut membidani lahirnya UU nomor 26 tahun 2007. Dalam organisasi ini, ITN memiliki warna tersendiri pada perencanaan kota-kota kecil di daerah khususnya di Jawa Timur dan Indonesia Timur. 
Peranan Prodi Geodesi juga sangat penting dalam sejumlah program yang dicanangkan Pemda. Menurut Ketua Prodi Geodesi Hery Purwanto, ST MSc, pihaknya banyak membantu Pemda untuk mewujudkan amanah UU Geospasial nomor 8 tahun 2010. Bahwa semua peta yang diproduksi harus memunhi kualifikasi UU tersebut. 
“Kami membantu Pemda dalam pembuatan peta dasar, bahkan sampai bisa mendapatkan rekomendasi dari Badan Informasi Geospasial (BIG),” ujarnya.
Sejumlah Pemda yang sudah bekerja sama diantaranya Ngawi, daerah Indonesia Timur dan Kota Malang. Bahkan dengan Kota Malang, ITN berhasil membuat Sistem Penataan Tata Ruang terintegrasi online. Dengan fasilitas tersebut, warga yang ingin mengajukan izin bisa mengakses semua informasi lengkap di internet. Sistem integrasi ini juga terkoneksi dengan satuan kerja pemda lainnya seperti Badan Pengawas  Pembangunan (Wasbang) hingga Satuan Polisi Pamong Praja. 
Prodi Geodesi memiliki sejumlah fasilitas canggih yang bisa dimanfaatkan dalam pemetaan. Diantaranya GPS Station CORSS untuk memberikan koreksi pada pengukuran posisi agar hasil lebih teliti. Ada pula teknologi terbaru pemetaan yakni UAV yang dilengkapi dengan software untuk membuat mozaik bernama SUBMIT EVOLUTION. 
Terpisah Wakil Rektor 1 ITN Malang Dr. Ir Kustamar, MT, semua bidang keahlian di ITN Malang bisa mengisi zona-zona yang sudah disediakan oleh PWK maupun Geodesi. Teknik Sipil misalnya, mampu mendesain utility seperti jalan raya. ITN juga memiliki prodi Lingkungan yang bisa memberi solusi penyediaan air hingga pengolahan sampah. Ada Fakultas Teknologi Industri yang konsern pada energi dan aplikasinya, dan beberapa program studi lainnya di ITN. Karena itulah, ITN siap bersinergi dalam mendampingi program pembangunan di daerah. Melalui kemampuan yang dimiliki kampus dalam pelatihan SDM, konsultasi perencanaan, dan penelitian. 
“Karena ke depan arah semua perencanaan di masing-masing daerah diutamakan berbasis penelitian, agar muncul inovasi baru dari setiap pembangunan yang dilakukan daerah,” tegasnya. 
Rektor ITN Dr. Ir Lalu Mulyadi, MT menambahkan, salah satu Pemda yang sudah menjalin MoU dalam hal percepatan pembangunan adalah Sumba Barat Daya. Selain itu, Pemerintah Gowa juga telah mengirimkan para pemudanya studi di ITN dalam rangka menyiapkan SDM unggul. (oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :