Bina Karakter dan Iman Siswa Baru

 
MALANG - Di hari terkakhir pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), siswa baru SMK Sriwedari terlihat masih tetap bersemangat. Meski selama tiga hari dihadapkan dengan beragam materi pengenalan sekolah, mereka tetap mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Misalnya saat pembacaan Asmaul Husna pada pagi hari. Seluruh siswa baru tampak membaca kalimat dzikir ini dengan penuh khidmat. Waka Kesiswaan M. Sahi Ibrahim, S.Pd menjelaskan pelaksanaan PLS lebih diprioritaskan pada pembinaan karakter serta memupuk keimanan siswa.
 Tak heran meskipun bukan lembaga berbasis Islam, pelaksanaan PLS SMK Sriwedari kental dengan nuansa religi. Seperti pembacaan Asmaul husna secara istiqomah dan salat berjamaah baik salat sunnah maupun salat wajib. 
“PLS dilakukan dengan mengedepankan pada pembinaan karakter siswa yang disiplin, pembinaan iman dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Sahi. 
Kegiatan PLS di SMK Sriwedari dilaksanakan selama tiga hari. Hari pertama dibuka dengan apel bersama kepala sekolah. Dilanjutkan dengan materi kurikulum, program jurusan, sarana dan prasarana, serta visi misi SMK Sriwedari. 
Di hari kedua dilanjutkan dengan pemberian materi mengenai dinamika kelompok dan prakarya. Setelah itu diakhiri dengan outbond dan salat dzuhur berjamaah. Dan pada hari ketiga, panitia memberikan materi Wawasan Wiyata Mandala dan pengenalan program keahlian. Kemudian dilanjutkan dengan resume dan penutupan PLS.
Kepala SMK Sriwedari Drs. Sugeng Tri Warsono menerangkan pentingnya kegiatan PLS yang diwarnai dengan program dan materi yang berkaitan pengembangan karakter. 
“Kegiatan PLS ini sangat penting dalam pembinaan dan pembentukan karakter siswa. Sehingga setelah lulus dari sekolah mereka bisa mengimplementasikan pengetahuannya di masyarakat dan mampu bersosialisasi dengan baik,” jelasnya. 
Ia berharap dengan kegiatan PLS siswa baru bisa lebih siap belajar di sekolah dengan guru dan teman-teman mereka yang baru. Kesiapan yang dimaksud lebih diutamakan dari sisi mental dan kepribadian yang lebih dewasa. Sebab di SMK tidak lagi sama dengan lingkungan sekolah di tingkat SMP. 
Jika selama di SMP mereka cenderung bergantung kepada orangtua, maka mulai saat ini mereka harus belajar mandiri. Dan setiap waktu mereka harus disiplin dan belajar bertanggungjawab minimal terhadap diri sendiri. 
“Kami berharap anak-anak menjadi lebih siap dan mantap dalam memulai belajar di tahun ajaran baru ini,”  tambah Sugeng. 
Untuk tahun ajaran baru 2017-2018 ini, SMK Sriwedari mengalami peningkatan pendaftar peserta didik baru. Namun hingga kini sekolah di Jalan Bogor Atas ini masih membuka pendaftaran untuk calon siswa baru. SMK Sriwedari memiliki beberapa jurusan yang banyak diminati oleh siswa seperti Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) dan jurusan Administrasi Perkantoran (APK). (mp3/sir/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...