SMAN 8 Malang Resmikan Lab Pembelajaran Tenaga Surya


MALANG – Empat hari sebelum masa pensiun sebagai Kepala SMAN 8 Malang, Dr H Mohammad Sulthon, M.Pd ‘mewariskan’ hadiah berharga untuk sekolah yang dipimpinnya. Yaitu, pembangkit listrik tenaga surya dengan kapasitas 15,36 KWP dan laboraturium pembelajaran energi surya yang merupakan lab pertama dan satu-satunya yang dimiliki SMA di Indonesia.
Fasilitas itu akan diresmikan hari ini oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Prof. Dr. Muhadjir Effendy M.A.P, yang juga akan dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Presdir. PT Paiton Energy, Presdir IBEKA dan Wali Kota Malang Moch Anton.
Sulthon mengatakan, tenaga terbarukan atau PLTS dan laboratorium yang dimiliki oleh SMAN 8 Malang merupakan hasil kerja sama sekolah dengan PT Paiton Energy dan IBEKA. “Ini adalah momen paling berharga, karena teknologi terbarukan ini hanya dimiliki SMAN 8 Malang dan merupakan satu-satunya sekolah yang memiliki PLTS untuk pertama kalinya,” ujar Sulthon kepada Malang Post.
Dari pembangunan yang dilakukan sejak Agustus 2017 tersebut, dijelaskan Shulton, selain bermanfaat untuk tenaga listrik bagi sekolah, PLTS yang dimiliki juga merupakan sarana edukasi energi surya bagi siswanya. Ia juga menegaskan, kesusksesan kerja sama yang dilakukan sekolahnya berkat jasa dari almuni SMAN 8, Ir. Nur pamudji, M.Sc yang merupakan Direktur Utama PT. PLN (persero).
“Alumni kami tersebut sangat peduli dan punya ide agar sekolah memiliki laboratorium PLTS untuk dibuat percontohan sekolah lain. Kemudian terjadilah MoU antara sekolah dengan PT Paiton Energy dengan dana pembangunan sekitar Rp 1,5 miliar,” terangnya.
Tidak hanya dengan PT Paiton Energy, untuk melakukan pengembangan juga dilakukan kerja sama dengan IBEKA. Di mana sang Direktur Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA) Tri Mumpuni juga memberikan andil melalui transfer pengetahuan dengan mengirimkan salah satu lulusan Universitas Istanbul, Turki untuk memberikan pembelajaran bagi siswa-siswa SMAN 8 Malang.
Waka Sarpras Kegiatan, Dra. Liliek Triani, M.KPd menambahkan, pengembangan di edukasi tenaga surya yang dilakukan SMAN 8 Malang merupakan yang ketiga kalinya setiap tahun. Untuk kali ini, melalui CSR yang dilakukan PT Paiton Energy berupa 50 panel tenaga surya. “Dari seluruh panel tersebut, nantinya akan menghasilkan kapasitas sebesar 15,36 KWP. Yang mana untuk memenuhi kebutuhan disekolah sudah sangat cukup. Sedang sisanya akan disimpan oleh PLN Kota Malang,” bebernya. (eri/han)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...