Gandeng Taiwan, FISIP UB Siapkan Kajian TKI

 
MALANG – Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) menjalin kerja sama dengan dua perguruan tinggi di Taiwan. Yakni National Sun Yat-sen University (NSYSU) dan National Cheng Kung University (NCKU) . Hubungan kerja sama yang akan direalisasikan diantaranya Double Degree untuk S1 dan S2 serta Exchange Program bagi mahasiswa. Sementara bagi dosen, akan dilakukan lecture exchange, joint-research dan publikasi hasil penelitian.
Dekan FISIP UB Prof. Dr. Unti Ludigdo, Ak mengatakan, untuk join riset, pihaknya akan melakukan riset bersama terkait isu yang sedang hangat dan menarik di Asia Tenggara. 
“Untuk pelaksanaannya kita coba gandengkan dengan dosen yang konsen dengan isu tersebut. Misalnya seperti isu politik dan TKI yang memiliki kaitan erat antara Indonesia dengan Taiwan,” bebernya.
Lebih lanjut Unti menjelaskan, kerja sama ini dilaksanakan untuk pengembangan mutu pendidikan bagi akademisi dan dosen. Dalam prosesnya, program itu akan memeroleh beasiswa dari universitas yang bersangkutan dan pemerintahannya.
“Tahun ini kita telah memanggil dosen yang sudah siap untuk melanjutkan pendidikan melalui lecture exchange, dengan target lima dosen untuk berangkat. Kemungkinan bisa lebih dari itu, tapi melalui proses seleksi terlebih dahulu dari sana,” ujar Unti Ludigdo kepada Malang Post.
Sedang untuk kuota mahasiswa yang menerima Double Degree dan program Exchange, setiap angkatan untuk mahasiswa S1 sebanyak 15 orang. Kuota terbatas itu dikarenakan dua kampus tersebut juga membatasi dengan realisasi tergantung dari kesiapan mahasiswa.
Selain kerja sama internasional, ia juga tidak melupakan kerja sama nasional. Seperti dalam forum dekan ilmu sosial juga membahas tentang transfer kredit antar universitas. Hal tersebut dilakukan dalam rangka memperkuat NKRI di bidang pemerataan pendidikan. (eri/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :