Sabun Cair Berbahan Limbah Pukau Juri

 
MALANG - Sabun cair berbahan jeruk lemon sudah banyak diproduksi di pasaran. Namun, sabun cuci piring berbahan ampas jeruk limau dan daun bunga sepatu masih jarang ditemui. Produk ini dibuat siswa SMK Putra Indonesia Malang (PIM), terdiri dari Mochammad Tedy Maulana, Rosi Marcelia Yuliza dan Adelia Daniati. Berkat produk tersebut, mereka menjadi juara dua dalam lomba business plan tingkat Provinsi Jawa Timur yang diadakan Universitas Ma Chung, Minggu (28/1).
Maulana menjelaskan, pilihan untuk bahan baku tersebut, bukannya tanpa alasan. Dipilihnya jeruk limau karena aromanya lebih tajam, sedang untuk daun bunga sepatu digunakan sebagai pewarna. 
“Dengan bahan-bahan organik tersebut, kita juga bisa mendapatkannya dengan mudah dan gratis. Sehingga bisa menekan ongkos pembuatan dengan hasil maksimal,” bebernya.
Pemilihan sabun cuci piring menurutnya juga berdasarkan hasil survey. Dari situ, barulah kemudian mereka memunculkan ide dan inovasi pembuatan sabun cair dengan bahan baku yang berbeda dari sabun cuci piring lainnya. 
“Dengan bimbingan dan konsultasi ke guru, kami sepakat membuat sabun cuci piring dengan bahan baku limbah ampas jeruk limau dan daun bunga sepatu,” terangnya dengan bangga.
Yang istimewa lagi dari produk mereka adalah karena menggunakan bahan baku limbah organik yang menekan biaya ongkos produksi. 
“Produk yang kami hasilkan dan berhasil meraih juara dua adalah pengembangan dari hasil prakarya dan kewirausahaan (PRK) dan pengelolahan industri rumah tangga (PIR). Di mana sebelumnya kita melakukan survey dari produk yang akan kita lombakan,” ujar Maulana kepada Malang Post.
Sehingga dari produk yang dibuat oleh siswa SMK PIM tersebut bisa menyabet juara dua tingkat Jawa Timur. Apalagi dalam prosesnya, mereka harus mengirim proposal karya dan berkompetisi di tingkat Jawa Timur. Hingga pada akhirnya hanya terpilih lima sekolah untuk memamerkan dan melakukan demo di depan para juri.
Sementara itu, Guru Mapel Produktif Kimia, Atik Dina Fitria M.Pd dan Guru Pembimbing PRK dan PIR Erni Rachmawati S.Pd menambahkan, apa yang telah diraih anak didiknya merupakan pengembangan dari materi yang diberikan dalam sehari-hari. 
“Ini merupakan terapan dari materi kelas XI tentang PRK dan PIR, di mana siswa harus memilih kreasi sesuai dengan apa yang mereka kehendaki. Atau melakukan pengembangan untuk dibuat produk,” ungkap Atik.
Sampai sejauh ini, lanjut dia, telah banyak produk kimia rumah tangga yang telah diselesaikan dibuat siswa SMK Kimia Industri Putra Indonesia Malang (PIM). Beberapa produk tersebut diantaranya, pembersih lantai, karbol, handrub, detergen cair dan masih banyak lagi.
Dari hasil yang diraih tersebut, apresiasi dan rasa bangga juga dirasakan Kepala SMK Kimia Industri Putra Indonesia Malang (PIM) Siti Zubaidah S.PD. Ia mengungkapkan jika apa yang diraih oleh anak-anaknya merupakan keunggulan dari sekolah dengan memproduksi bahan herbal. 
“Apa yang mereka raih merupakan kesempatan yang diberikan sekolah dan guru agar semua siswa berkreasi dari inovasi yang dimiliki. Sehingga setiap tingkat memiliki 30 produk yang berbeda. Jadi setiap kali ada lomba anak-anak selalu siap, dan guru hanya mengarahkan mereka,” ucapnya. 
SMK Putra Indonesia siap mencetak putra-putri yang mempunyai inovasi dan kreativitas dengan mengeksplore potensi diri. Segera bergabung di SMK PIM Jalan Barito 5 Malang. Saat ini membuka pendaftaran jalur prestasi dan kemitraan sampai 28 Februari 2018. (eri/sir/oci)

Berita Lainnya :