Pupuk Kebersamaan dan Keakraban dengan Outbond Siswa Baru

MALANG - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMPK Santa Maria 2 menjadi ajang untuk saling akrab antara siswa lama dan siswa baru termasuk juga dengan dewan guru. Untuk itu, satu hari dari empat hari pelaksanaan MPLS dilangsungkan, siswa baru diajak outbond ke luar lingkungan sekolah. Tujuannya untuk menyatukan siswa baru yang berasal dari latar belakang sosial budaya yang berbeda. Dengan menjadikan mereka akrab maka akan membentuk satu kesatuan sesuai dengan karakteristik SMPK Santa Maria 2.

Seluruh peserta PLS mengikuti kegiatan outbond dengan semangat dan penuh antusias. Beragam permainan dilakukan untuk memupuk kerbersamaan antar siswa.
“Kami tidak memakai jasa kegiatan dari pihak luar, semua kegiatan dihandle langsung oleh guru dan pengurus OSIS. Agar hubungan kami dengan siswa baru semakin akrab,” jelas Trianto Thomas, S.Pd selaku Ketua MPLS.
Pria yang juga Waka Humas SMPK Santa Maria 2 ini mengatakan terdapat beberapa game yang dimainkan selama outbond. Masing-masing mengandung arti dan tujuan tersendiri dalam pengembangan potensi siswa. Antara lain tongkat sambung, jaring laba-laba, walking spider, blind and leader, tenes massal, puzzle, kaki raksasa, arsitektur dan sepatu cinderela.
Semua permainan bertujuan untuk mengembangkan nilai-nilai karakter seperti kebersamaan, kekompakan, disiplin dan bertanggungjawab. Selain itu beberapa permainan juga memiliki tujuan meningkatkan daya pikir siswa. Oleh karenanya, selama bermain mereka dibimbing untuk fokus dan konsentrasi.
“Nilai karakter ini diharapkan tertanam kuat dan menjadi bekal siswa baru saat memulai kegiatan belajar mengajar nanti. Termasuk saat menyesuaikan dengan lingkungan dan pergaulan antar sesama siswa,” terangnya.
MPLS tahun ini mengangkat tema ‘Asa kuraih karakter kuperoleh’. Sebuah tema yang memotivasi peserta didik untuk giat belajar dalam meraih cita-cita dengan tetap mementingkan nilai-nilai budi pekerti.  

Kepala SMPK Santa Maria Sr. M. Dorothea, SPM. S.Pd mengatakan untuk menumbuhkan karakter positif selama MPLS, guru menanamkan muatan nilai yang dikemas dalam rumusan 6S, 5R dan 10K. Rinciannya meliputi senyum, sapa, salam, sopan, santun, dan sabar (6S). Adapun 5R yaitu rapi, resik, rawat, ringkas dan raijn. Sedangkan 10 K yakni keimanan, kemanan, kebersihan, ketertiban, keindahan, kekeluargaan, kerindangan, kesehatan, keterbukaan, dan keteladanan.
Melaui rumusan sederhana tersebut, muatan karakter akan tertanam kuat jika dilakukan bimbingan secara terus menerus.
“Itu semua telah menjadi pembiasaan di SMPK Santa Maria 2. Maka dengan menyampaikan materi tersebut di MPLS, siswa baru akan mengenal dan mulai belajar mencintai sekolah ini,” terangnya.
Jika siswa sudah mencintai sekolah, lanjut Doro, maka akan tumbuh rasa saling memiliki. Yang akhirnya mereka saling meghormati dan menghargai satu sama lain. “Sisi positifnya kami akan mudah memberikan arahan terhadap mereka,” tukasnya.
Ia menambahkan usai kegiatan MPLS, bukan berarti pembinaan karakter menjadi berkurang. Malah semakin ditingkatkan dengan cara disisipkan dalam materi ajar di kelas. Termasuk sebelum memulai ataupun sesudah pembelajaran dilangsungkan. “Dimulai dengan doa bersama dan mendengarkan Sabda, selanjutnya diakhiri dengan refleksi untuk memperkuat karakter mereka,” pungkasnya. (imm/sir/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...