Mesin Pencetak Pakan Ikan Lolos Paten


MALANG - Dosen ITN Malang Aladin Eko Purkuncoro ST. MT. berhasil mematenkan teknologi mesin pencetak pakan ikan. Inovasi tersebut dibuatnya untuk membantu nelayan di Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang.
Alat bernama mesin scrumble portable pencetak pakan ikan tersebut dibuatnya untuk mengatasi masalah pada para pembudidaya ikan.
“Saat melakukan riset di Kecamatan Sumberpucung yang masyarakatnya adalah banyak membudidaya ikan, saya melihat para nelayan yang membuat pakan dari limbah ikan louhan dengan dicacah. Sehingga membutuhkan waktu lama dan kurang efisien,” ujar Aladin kepada Malang Post.
Ia menceritakan, dari beberapa mesin pencetak ikan yang ada sebelumnya, dikatakannya, produk yang dihasilkan kurang padat, tidak fleksibel karena tidak bisa dipindah-pindah tempatnya.
Untuk di mesin, lanjut kelahiran Pacitan, 10 Mei 1978 ini, kebanyakan tempat untuk memasukkan pakan ikan terlalu tinggi, sehingga cukup menyulitkan. Sementara untuk kapasistas yang dihasilkan oleh mesin scrumbel menghasilkan 50 kg per jam.
“Dengan banyaknya pakan yang dihasilkan setiap jamnya tersebut, pembudidaya ikan tidak perlu mencacah ikannya secara manual dan membutuhkan waktu yang lama. Sehingga mereka dapat meracik pakan ikan sesuai keinginan dari alat pembuat pakan ikan tersebut,” bebernya.
Ia menjelaskan, dalam pengerjaan alat tersebut tidak membutuhkan waktu untuk merakit, hanya butuh tiga jam. Begitu juga dengan uang yang dikeluarkan untuk membuat alat tersebut sekitar Rp 3-4 juta, yang semuanya dikerjakannya sendiri. Ia juga berharap, dengan adanya alat tersebut nantinya bisa menciptakan peluang kerja dan membuka usaha baru bagi masyarakat.
“Selain itu, dari inovasi alat ini juga akan mendidik dan memotivasi mahasiswa untuk terus mengasah kreativitas dan inovasi dari teknologi tepat guna ini. Sehingga membuka peluang usaha juga bagi mahasiswa,” pungkasnya. (eri/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :