Prestasi Penting, Akhlak Mulia yang Terpenting

MALANG - SD Islam Terpadu Ahmad Yani Kota Malang sukses menggelar Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS). Kegiatan ini disandarkan kepada nilai-nilai karakter yang religius. Seperti slogan yang menjadi kebanggan warga sekolah di Jalan Kahuripan ini, berbunyi ‘Prestasi akademik memang penting tetapi bukan yang terpenting.

Yang terpenting adalah akhlakul karimah dan sholeh dan sholehah’. Kalimat tersebut terpampang jelas di gedung sekolah. Slogan yang telah tertanam kuat ini selalu menjadi motivasi para guru untuk mengajarkan pada anak didiknya mengenai pentingnya memiliki akhlak mulia. Maka dari itu, kegiatan PLS untuk siswa baru didasarkan pada karakteristik sekolah tersebut. PLS yang penekanannya pada nilai religius ini diharapkan mampu berimbas dalam kehidupan sehari-hari. Kepala Kepala SDIT Ahmad Yani Mutini, S.Pd, mengatakan implementasi karakter terwujud dengan akhlakul karimah, sikap disiplin, bertanggungjawab, dan jujur. “Kami sangat mengharapkan nilai-nilai itu terwujud melalui PLS ini,” ucapnya. Ia menyadari bahwa pembentukan karakter tidak bisa dalam waktu singkat. Dibutuhkan proses yang panjang hingga akhirnya nilai moral dan akademik benar-benar tertanam kuat dalam diri peserta didik. Oleh karena itu dibutuhkan pembiasaan meskipun dari hal-hal yang sederhana. Seperti menata sepatu di rak dengan rapi, meletakkan tas di tempat yang disediakan dan membuang sampah pada tempatnya. “Memang itu hal yang sederhana namun sangat berguna untuk membentuk siswa yang disiplin dan bertanggungjawab,” tutur Muntini. Ia menegaskan, bentuk kegiatan yang dilakukan sejalan dengan karakter yang ingin dicapai. Diantaranya belajar tentang adab makan dan minum, berwudlu, serta tata cara salat yang benar sesuai dengan ajaran Alquran dan Hadist. Sebelum beraktifitas siswa dibimbing untuk terbiasa membaca Asmaul Husna, shalat sunnah, dan berdoa. Bahkan, SDIT Ahmad Yani juga mulai membiasakan semua siswa barunya untuk melakukan puasa sunnah, sehingga kantin sekolah akan tutup pada hari Senin dan Kamis. Namun, menurutnya pendidikan anak tidak cukup jika hanya mengandalkan guru di sekolah. Butuh peran serta orangtua dalam perkembangan dan pendidikan anak. Dengan cara ikut memantau ibadah dan membiasakan anak-anak berakhlak baik di rumah. “Dengan demikian, sinergitas antara orangtua dan guru akan menghasilkan pendidikan anak yang bagus,” pungkasnya. Sementara itu hari pertama pada (17/7) lalu, PLS dibuka dengan apel pagi yang menjadi ajang perkenalan antara guru dan siswa baru. Termasuk orangtua siswa juga dilibatkan dalam apel tersebut. Dengan tujuan agar hubungan komunikasi antara pihak sekolah dengan orangtua siswa dapat terjalin dengan baik. Di hari itu juga siswa baru diberikan informasi terkait tata tertib, jam belajar serta lokasi kelas untuk mereka masing-masing. (mp1/sir/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :