Pelajari DC House, ITN Siap Berkontribusi untuk Desa

MALANG – Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro ITN Malang menggelar acara kuliah tamu bertema The DC House Project for Rural Electrification. Kuliah Tamu ini diadakan pada Kamis, (20/7) di ruang AMPHI Elektro ITN. Pada kuliah tamu kali ini, seorang professor dari California Prof. Dr. Taufik, Director of Electric Power Institute at California Polytechnic State University, San Luis Obispo, USA dipercaya untuk memberikan materi kepada mahasiswa. 
Ketua Jurusan Teknik Elektro, Irrine Dr. Budi Sulistyowati ST., MT mengatakan, dari pemaparan yang disampaikan bisa memberikan inspirasi para mahasiswa. 
Menurutnya, mahasiswanya harus mempunyai pola pikir yang sama seperti Prof. Taufik. Mahasiswa, nantinya harus bisa menularkan ilmu yang telah mereka tempuh di bangku kuliah. 
“Harapan saya nantinya, tentu mahasiswa yang sudah mempunyai keterampilan ini, bisa menaruh simpati pada desa-desa di Indonesia. Sehingga ketika mereka lulus nanti, bisa memberikan kontribusi bagi masyarakat desa, melalui ilmu tentang arus searah ini,” pungkas Irrene. 
Sementara dalam paparannya, Taufik menjelaskan, arus DC (listrik searah, Red) penting dipraktikkan di pedesaan. Menurutnya, keunggulan sistem DC house antara lain distribusi listrik lokal sehingga lebih efektif. Peralatan listrik dan elektronika menggunakan listrik DC yang menggunakan pembangkit listrik panel surya dapat digunakan berskala kecil sampai ratusan, sehingga lebih hemat. Penyimpanan listrik bisa dibawa ke mana-mana dan memakai tegangan rendah sehingga lebih aman. Selain itu, harganya murah juga ramah lingkungan.
Ia mencoba mengaplikasikan arus DC ke pelosok desa, sebab, ia melihat kegagalan proyek micro hydro di Indonesia lebih dari 5000 proyek. 
Ia membeberkan, kegagalan disebabkan, pemerintah menggunakan metode top down dalam menyuplai listrik ke pelosok desa. Metode ini dianggap gagal karena kebanyakan pembangunan sistem berpusat untuk pasokan besar yang diharapkan bisa memenuhi keperluan seluruh masyarakat. Padahal, lanjutnya,  generator besar yang digunakan cenderung mahal, tanpa mempertimbangkan jangka panjang dalam maintenance dan instalasi.
Dari kegagalan tersebut,  Taufik optimis DC house akan mengalami perkembangan di masa depan. Taufik mengungkapkan prototype DC house sudah digunakan di Kecamatan Jatinangor Jabar dan akan menyusul di beberapa kabupaten di luar Jawa. (sin/oci)
 

Berita Lainnya :

loading...