CSR yang Melahirkan PLTS dan Laboratorium Pembelajaran Tenaga Surya


MALANG - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Prof. Dr. Muhadjir Effendy M.A.P, menjadi saksi sekaligus sebagai orang yang menandatangani plakat peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atau solar cell dengan kapasitas 15,36 KWP dan Lab. pembalajaran di SMAN 8 Malang, melalui program CSR dari PT. Paiton Energy dan IBEKA.
Kedatangan Mendikbud RI menjadi kebanggaan bagi Smarihasta, sebagai SMA yang pertama memiliki Lab solar cell. Dalam kesempatan tersebut, Muhadjir juga mengingikan ada banyak sekolah lain yang dapat mengupayakan berbagai bentuk kerjasama sebagai model pendidikan masa depan, seperti yang dilakukan oleh SMAN 8 Malang.
Mantan rektor UMM ini juga mengatakan, kehadirannya merupakan rasa terima kasih dirinya kepada SMAN 8 Malang. “SMAN 8 Malang, yang dulu adalah SMA Proyek Perintis Sekolah Pembangunan (PPSP) menjadi tempat saya untuk magang sebagai pengajar. Saat itu hingga sekarang, SMAN 8 Malang merupakan sekolah yang memiliki tradisi riset sangat kuat. Sehingga menjadi sekolah favorit dan telah mencetak banyak alumni sukses,” ujar Muhadjir.
Ia juga mengapresiasi berbagai prestasi yang selama ini ditorehkan Smarihasta, termasuk peresmian PLTS dan Lab pembelajaran kali ini. Tidak hanya itu, laki-laki kelahiran Madiun, 29 Juli 1956 ini sangat berharap dari adanya Lab pembelajaran tenaga surya ini akan muncul banyak kader periset, sehingga bisa membanggakan Indonesia.
Muhadjir juga menegaskan, CSR PT. Paiton Energy dan IBEKA dapat terlaksana berkat adanya alumni yang sukses dan tidak melupakan almamater. “’Contoh seperti ini harus bisa ditiru oleh sekolah lain, karena sekolah diperbolehkan untuk menggali sumber-sumber dana melalui komite sekolah, alumni-alumni yang sukses dan melakukan kerja sama dengan berbagai perusahaan-perusahaan untuk memajukan sekolah,” terangnya.
Selain itu, ia juga mengatakan, harus ada kesadaran dari semua pihak yang terlibat dalam memajukan pendidikan, termasuk komite sekolah dan alumni. Dari contoh yang dilakukan oleh Ir. Nur Pamudji, M.Sc ini, pihaknya akan memberi penghargaan atas jasanya dalam memajukan sekolah. Melalui kepedulian alumni seperti ini, lanjut Muhadjir, maka pemerataan pendidikan akan dapat terlaksana.
Sementara itu, alumni SMAN 8 tahun 1979, Ir. Nur pamudji, M.Sc mengatakan cukup kaget, CSR yang disarankannya bisa terwujud. “Tahun 2016, PT Paiton Energy tanya ke saya dan minta saran tentang CSR yang ingin dijalankan. Dari situ saya sarankan sebaiknya pasang panel surya di sekolah-sekolah. Sehingga bermanfaat bagi siswa untuk belajar dan melakukan pengembangan. Akhirnya saat ini terwujud,” paparnya.
Sementara, Direktur Institut IBEKA Tri Mumpuni mengtakan, betapa pentingnya energi terbarukan jika diaplikasikan di bidang pendidikan seperti yang dilakukan di SMAN 8 Malang. Dari contoh pertama tersebut, ia juga akan membicarakan lebih lanjut kerja sama dengan Mendikbud untuk pembangunan energi terbarukan.
“Di negara lain, energi terbarukan seperti solar cell sudah dimanfaatkan dengan baik dan bisa menjadi contoh. Tinggal bagaimana sekolah dan siswa merawat panel surya. Dari IBEKA menurunkan tiga ahli untuk mendidik guru dan siswa, agar dapat memanfaatkan dan merawat alat ini secara aksimal,” tuturnya.

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...