Lima Pendaftar Berebut Suara 171 Senat

 
MALANG - Lima pendaftar bakal meramaikan bursa Pilrek UB Periode 2018-2022. Tiga diantaranya adalah civitas UB, sementara dua pendaftar berasal dari luar. Kelima calon rektor tersebut adalah Dekan Fakultas Pertanian UB, Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani A.R., M.S, Rektor UB periode 2014-2018 Prof. Dr. Ir. Muhammad Bisri, M.S, Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan Fakultas Peternakan UB, 2015-Sekarang Dr. Ir. Osfar Sjofjan, M.Sc dan Kepala Pusat Penelitian dan Kajian Kebijakan Publik IPDN, 2016- sekarang Dr. Drs. Tjahyo Suprajogo, M.Si serta yang terakhir dosen UIN Surakarta, Dr Krth. Sujito Satriyodipuro, S.H, M.PD yang pernah menjabat WR 4 Unikama.
Humas Pilrek UB, Achmad Imron Rozuli M.Si mengatakan, panitia telah menerima semua berkas dari kelima calon yang kan mengikuti berbagai tahapan panjang.
“Rabu (31/1) Panitia Pilrek akan memeriksa kelengkapan administrasi berkas-berkas. Untuk kemudian akan dilanjutkan dengan pengumuman hasil seleksi berkas pada tanggal 3 Februari,” ujar Rozuli kepada Malang Post.
Setelah dilakukan seleksi administrasi berkas, barulah akan dilanjutkan dengan tes kesehatan di RSSA dan BBN pada, (5-9/2). Dilanjutkan pada (15/2) kelima calon rektor akan menyampaikan visi misi ke Senat. 
“Untuk penyampaian visi misi tanggal 15 nanti bersifat semi tertutup. Namun kita akan mengundang lembaga-lembaga mahasiswa dan media. Sehingga iklim demokrasi yang sudah baik tetap berjalan,” tegasnya.
Pada penyampaian visi misi tersebut, dari lima calon rektor yang telah mendaftar kemudian akan disaring kembali menjadi tiga kandidat untuk melaju dalam pilrek. Rozuli juga mengungkapan, setiap mengalami kendala dalam setiap tahapannya, panitia akan selalu melakukan konsultasi dengan Kemenristek Dikti.
Saat ditanyai tentang adakah kampanye bagi para calon rektor sebelum proses pemilihan, panitia akan merespon dari bawah hingga atas. Selain itu UB juga memiliki media elektronik untuk mengenalkan para calon kepada khalayak di UB.“Untuk waktu akan kami menyesuaikan dengan agenda yang ada,” imbuhnya.
Sementara itu, dalam proses pemilihan prosentase penggunaan hak suara dari kementerian untuk pemilihan sebesar 35 persen. Sedang untuk senat porsinya sebesar 65 persen suara. 
“Untuk prosentase suara senat masih sama 65 persen, dengan total anggota 171,” pungkasnya. (eri/oci)

Berita Lainnya :