Pascasarjana Unmer Malang Gandeng Empat Negara

MALANG - Pascasarjana Unmer Malang telah berhasil memempatkan posisi akreditasi program studinya pada peringkat A. Sebagai langkah menjadikan program Pascasarjana Unmer Malang Go International maka dilakukan kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi yang ada di luar negeri. Terdapat  12 perguruan tinggi yang telah bekerjasama dengan Unmer malang yang berada di Australia, Jepang, Malaysia, Taiwan.
Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. Grahita Chandrarin M.Si., Ak,CA mengharapkan, dari kerjasama ini, akan menjadi partner akademik yang produktif. Ia mengatakan, kualitas akademik dan layanan terus dipacu peningkatannya sebagai salah satu upaya menempatkan posisi pasca sarjana Unmer dalam lingkup global.
Pada tahun ini,lanjut dia terdapat kerjasama baru dengan universitas luar negeri dintaranya dengan University of Newcastle, University of Canberra, Kanazawa University, Tokushima University dan Konan University.
 “Pertemuan ini untuk membahas kerjasama khususnya di bidang riset dan  publikasi  ilmiah,” katanya. 
Hal tersebut juga diperkuat melalui adanya MOU dengan beberapa universitas di luar negeri juga untuk memperluas peluang mahasiswa untuk melaksanakan program riset di luar negeri.
Dengan jaringan relasi internasional yang kuat pada 11 dan 12 Agustus 2017 Pascasarjana Unmer Malang menggelar seminar internasional bertemakan “International Confrences Sustainable Development Goals 2030”. Narasumber yang dihadirkan dalam seminar ini adalah Prof Peter Newman (Curtin University, Australia), Prof Zhenjian Sheng (Kanazawa University, Jepang), Prof Millind Sathye (University of Canberra, Australia), Prof Dr Hj Normah Omar (Universiti Teknologi Mara, Malaysia) dan Prof Ueno Susumu (Konan University, Jepang). Sedangkan untuk tokoh nasional adalah Tri Risma Harini (Walikota Surabaya), Prof Dr Grahita Chandrarin, MSi, Ak.CA (President of APMAA) dan Ir Suriptono, PhD (Universitas Merdeka Malang). 
“Ini adalah sumbangsih Unmer Malang untuk memperkaya forum ilmiah di level global,” pungkas Prof. Grahita.
Salah satu upaya lainnya, selain meningkatkan terus kerjasama, adalah dengan mendongkrak jumlah guru besar yang saat ini berjumlah 17. Diupayakan meningkat menjadi 28 dalam lima tahun ke depan. Selain itu mutu riset dan publikasi ilmiah yang dihasilkan baik oleh dosen maupun mahasiswa terus ditingkatkan terutakma kuantitas dan kualitas publikasi internasional. (sin/oci)
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...