Siapkan 800 Kursi, Vokasi UB Diserbu16 Ribu Pendaftar

MALANG – Sebanyak 16 ribu pendaftar memilih Program Pendidikan Vokasi Universitas Brawijaya (Vokasi UB), tahun ini. Dari jumlah tersebut, hanya 800 orang yang diterima. 
Direktur Vokasi, Prof. Dr. Mochammad Munir, MS menegaskan, Vokasi memang diperuntukkan bagi orang-orang yang mempunyai keahlian khusus. 
“Saya rasa masyarakat sadar kalau daftar ke Vokasi adalah mereka yang mempunyai keahlian khusus. Jadi mereka yang mendaftarkan memang yang merasa punya kemampuan itu,” tegas Munir.
Sebab, lanjutnya, seleksi penerimaan mahasiswa baru (Maba) Vokasi UB menggunakan seleksi keahlian bidang dan kompetensi sebelumnya. Ia menyontohkan, misalnya jurusan Perbankan, yang menyeleksi adalah dari Bank.  
“Setelah lulus ujian tulis. Lalu sudah lulus penampilan (Performance test), kemudian setelah mereka melampaui seleksi itu, kemudian mereka dinyatakan lolos,” kata Munir.
Perbankan, lanjut Munir, adalah jurusan paling banyak diminati. Jurusan ini selalu mendominasi dibandingkan 14 jurusan lainnya. 
“Jurusan ini memang selalu menjadi jurusan dengan peminat terbesar. Karena memang lulusan kami berkualitas. Kerjasama dengan BANK besar nasional. BCA, BRI, BTN, dan Bank Mandiri,” terangnya.
Sedangkan, lanjut dia, untuk jurusan yang kurang diminati adalah jurusan Bahasa Inggris. Menurutnya, mungkin jurusan ini adalah disiplin ilmu yang keahliannya sudah dipunyai oleh mayoritas orang. Sehingga, sambungnya  untuk jurusan ini, masyarakat lebih memilih jurusan akademis dibandingkan praktis.
Vokasi UB mempunyai 15 program studi (Prodi). Tiap prodi berkapasitas 50 mahasiswa. Munir menjelaskan, jumlah 50 mahasiswa sudah sangat ideal. Sebab menurutnya, jika terlalu banyak mahasiswa, dirasa kurang efektif. Sebab, jumlah itu juga menyesuaikan jumlah laboratorium yang ada di tiap jurusan.
“Jumlah penerimaan keseluruhan dan tiap kelasnya memang masih tetap sama. Sengaja tidak dinaikkan. Karena kami ingin pembelajaran bisa fokus. Seperti yang juga sudah saya bilang tadi. Menyesuaikan jumlah laboratorium,” ungkap Munir. (sin/oci)
 

Berita Lainnya :