Tak Pandang Bulu, Tangkap Satpam hingga Tamu Sekolah


 
KALAU Anda mengantar anak sekolah atau kebetulan berkunjung ke SDN Belimbing 3 Malang jangan coba-coba untuk membuang sampah di sembarang tempat. Kalau tidak, Anda akan ditangkap oleh “polisi cilik” yang kebetulan bertugas disana.
Polisi sampah akan menangkap setiap orang, baik warga sekolah maupun tamu yang kedapatan membuang sampah sembarangan. Namun yang berbeda di sini, polisi sampah tidak berseragam layaknya polisi biasa karena mereka adalah siswa di SDN Blimbing 3 sendiri. Program yang sudah berjalan selama satu tahun ini dinilai lebih efektif dalam membentuk karakter peduli lingkungan sejak dini.
"Bahkan Pak Satpam juga pernah dilaporkan siswa karena diduga membuang sampah sembarang. Program ini dinilai efektif karena sejak berjalan hampir tidak ada sampah plastik di lingkungan sekolah," ujar Kepala SDN Belimbing 3 Malang, Suryatiningsih SPd MPd kepada Malang Post.
Siapapun dapat menjadi polisi sampah dengan mulai “menilang” pembuang sampah sembarangan yang berada di lingkungan sekolah. Menilang yang dimaksud yakni siswa dapat menegur dan melaporkan ke petugas TU. Selanjutnya siswa akan mendapat kartu polisi dan satu stempel. Sebab, untuk mendapat reward, siswa tersebut harus mengumpulkan total 18 stempel.   
Suryatiningsih melanjutkan, dari program ini, banyak siswa yang berkompetensi. Hal ini tentu menarik minat siswa agar saling memonitori teman atau bahkan tamu yang terlihat membuang sampah tidak pada tempatnya. Sementara itu, bagi yang membuang sampah sembarangan tidak dikenai  hukuman karena secara langsung  jera dan termotivasi menjadi polisi sampah untuk mengawasi yang lain pula. 
"Semua akan melihat yang lain, jika salah, langsung ditangkap. Teman kadang menjadi lawan demi mengumpulkan stempel di kartu polisi sampah miliknya. Lalu mereka akan melakukan hal yang sama, setidaknya terkumpul 18 stempel agar dapat dihadiahi makan gratis di kantin atau membeli peralatan sekolah di koperasi," bebernya.
Salah satu siswa kelas 3B, Naurasah Efendi mengaku telah menangkap teman sekelasnya sendiri karena membuang sampah sembarangan. 
"Waktu itu hari Jum’at, teman saya membuang sampah sembarangan ya saya laporkan ke Bu Guru lalu saya diberikan kartu polisi dan mendapat satu stempel, saya senang," ujarnya.
Progam ini mampu membentuk seluruh anggota sekolah  memonitori diri dan orang lain dari tindakan membuang sampah sembarangan. Edukasi unik ini dinilai lebih efektif dibanding pembelajaran biasanya dengan hanya gembor-gembor larangan membuang sampah sembarangan, karena hampir seluruh siswa yang termasuk kelas bawah aktif dan antusias.
Sekolah yang meraih adiwiyata nasional 2017 ini, juga mendapat penghargaan sebagai sekolah peduli dan berbudaya lingkungan dalam rangka hari lingkungan hidup se-dunia provinsi Jawa Timur tahun ini.
Kedepan bahkan SDN Belimbing 3 Malang akan bekerjasama dengan kelurahan Belimbing dan pemkot Malang untuk merenovasi lokasi pembuangan sampah di sekitar sekolah menjadi taman edukatif pada bulan agustus nanti. (mg3/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :