Berburu Ahli Konstruksi, Kementerian PUPR Gandeng ITN

 
MALANG - Pembangunan infrastruktur Indonesia berada di urutan ke empat setelah Jepang, China dan India. Karena itulah, pemerintah saat ini gencar mencari tenaga ahli bidang konstruksi. Untuk memenuhi kebutuhan 800 ribu tenaga ahli tersertifikasi, Balai Penerapan Teknologi Konstruksi Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR RI menggandeng ITN Malang. Kemarin, digelar sosialisasi pendampingan layanan distance learning (jarak jauh) Sistem Informasi Belajar Intensif Mandiri (SIBIMA) Bidang Konstruksi, di Aula Kampus 1 ITN Malang.
"Kami ingin dari sosialisasi ini memberikan informasi betapa pentingnya calon-calon tenaga ahli yang sangat dibutuhkan di seluruh Indonesia. Namun tidak sembarang tenaga ahli, karena kita perlu tenaga ahli yang kompeten," ujar Kepala Balai Penerapan Teknologi Konstruksi, Cakra Nagara, S.T., M.T., M.E. kepada Malang Post.
Program dari Kementerian PUPR ini, lanjutnya, dilakukan terkait dengan percepatan para calon lulusan perguruan tinggi untuk mendapatkan sertifikat keahlian. Sehingga dalam berbagai proyek konstruksi di seluruh Indonesia tidak menggunakan tenaga asing.
"Dari data rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN), kebutuhan pada tahun 2010-2014 sekitar Rp 2000 triliun. Pada tahun 2015-2019 naik hampir tiga kali lipat Rp 5500 triliun, artinya pembangunan di pelosok negeri ini sangat masif dan membutuhkan sekitar 800 ribu tenaga ahli," tegasnya.
Karena itu, lanjut dia, melalui kerja sama ini bisa mengedukasi para calon lulusan teknik memiliki standar dan kualitas. Sehingga tidak ada lagi lulusan sarjana teknik yang bengong setelah lulus karena tidak memiliki kompetensi. Selain itu, dengan kemajuan teknologi, untuk mempermudah pelatihan sehingga berkelanjutan dengan metode distance learning atau jarak jauh.
"Setelah pelatihan ini, diharap mereka bisa masuk uji sertifikasi dari pengalaman dan pengetahuan yang memiliki kompetensi mulai dari attitude, skill dan knowledge. Hal ini merupakan bagian dari kerja sama untuk memperkuat pengetahuan bagi calon ahli tersebut," papar Cakra.
Sementara WR I ITN Malang, Dr. Ir. Kustamar, M.T, mengatakan, SIBIMA bidang konstruksi ini menjadikan lulusan ITN akan memiliki merek atau branding melalui kompetensinya. Melalui pembelajaran jarak jauh yang memanfaatkan teknologi, diungkapnya, akan menghemat waktu dan tempat. Ia berharap para mahasiswanya memanfaatkan dengan baik dan bisa belajar mandiri untuk meningkatkan kualitas kompetensi.
Dekan FTSP Dr. Ir. Nusa Sebayang, MT juga menambahkan, proses pelajaran mandiri secara online agar mahasiswa lulusan ITN bisa siap melakukan proses sertifikasi. Karena tenaga-tenaga ahli yang dibutuhkan saat harus tersertifikasi. 
"Tujuannya, kami ingin lulusan ITN bisa eksis  bersaing dengan lulusan yang lain," imbuhnya.
Pada sosialisasi tersebut, turut hadir juga Wakil Ketua II LPJK Jatim, Ir Herdin Prihantono, MT, PhD, dan diikuti 214 mahasiswa yang sedang menempuh skripsi. Bersamaan dengan sosialisasi tersebut, dilanjut dengan seminar Teknologi Konstruksi oleh alumni ITN. (eri/sir/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :