magista scarpe da calcio Mahasiswa Korea dan Kamboja Demo Masak


Mahasiswa Korea dan Kamboja Demo Masak

 
MALANG - Aroma sup ayam menguar dari Aula lantai 2 Kampus STIKI Malang, kemarin. Cita rasa pedas langsung tercium ketika Shim Han Na membuka panci sup yang terlihat mendidih. Mahasiswa asal Korea yang sedang mengikuti program pertukaran pelajar di STIKI Malang itu tak sendiri, ia bersama rekannya Lee Jeong Im. Mereka sedang mengolah masakan khas Korea Dakbokkeumtang, sup ayam spicy. 
"Orang Korea suka makan pedas, dan saya suka masak," ungkap Shim Han Na.
Karena itu, ia terlihat percaya diri mendemokan masakan khas tersebut di hadapan dosen dan mahasiswa STIKI, Kamis (1/2). Meskipun ia mengaku sedikit grogi tapi tetap antusias. Di sudut lain, Ros Vanda dan Heng Sorin, mahasiswa asal Kamboja juga terlihat sibuk membuat sambal.Heng Sorin menyebutnya sebagai Tektry Koh Kong atau water fish Koh Kong. Biasanya, sambal tersebut dimakan dengan ikan, roti bahkan nasi. Selain bumbu biasa untuk sambal, mereka menambahkan air kelapa, rasanya asin dan pedas. 
"Kali ini kami menyajikannya dengan ayam, supaya lebih pas di lidah orang Indonesia," ungkapnya.
Dua pemuda Kamboja tersebut berhasil menarik minat para dosen dan karyawan STIKI yang hadir. Tak sedikit yang antusias bertanya resep dan cara pengolahan makanan yang cita rasanya jauh berbeda dengan masakan Indonesia.
"Ini ayamnya dikukus, pakai air kelapa atau cola," beber Ros vanda. 
Demo memasak dari mahasiswa asing tersebut meramaikan acara Food Festival yang digelar Kantor Urusan Internasional (KUI) STIKI Malang. Tak hanya masakan Korea dan Kamboja, ada banyak pula makanan khas Indonesia yang disiapkan. Mulai dari ketan bubuk, jenang grendul hingga kue tradisional lainnya.
"Kegiatan ini digelar untuk mengenalkan budaya tiga negara, Indonesia, Korea dan Kamboja," ungkap Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) STIKI Malang Zusana E Pudyastuti, S.S. M.Pd kepada Malang Post.
Selama di Malang, menurut dosen bahasa Inggris ini, mahasiswa asing diajak untuk mengenal beragam hal. Seperti batik, wisata hingga peninggalan sejarah seperti candi. Selain dari Kamboja dan Korea, STIKI saat ini juga menerima mahasiswa asing dari Filiphina. (oci/sir)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top