Siswa dan Guru Persembahkan Emas di Ajang EUROINVENT Rumania

MALANG – Perguruan Surya Buana kembali menorehkan prestasi membanggakan. Pada semester ini, tedapat 3 medali emas, 1 piala dan beberapa penghargaan,yang berhasil mereka boyong dari ajang Europan Exhibition of Creativity and Innovation (EUROINVENT).  EUROINVENT merupakan lomba karya tulis ilmiah dan exhibition tingkat Internasional yang digelar di Rumania pada (25/5) lalu.
Tahun lalu, di ajang yang sama Perguruan Surya Buana juga meraih penghargaan. Diantranya 2 medali emas, 7 special award dan grand award yang berhasil mereka boyong. Penghargaan ini didapat di tingkat peserta lomba mulai dari SD hingga profesor yang berasal dari 37 negara di dunia. Dengan demikian, lembaga pendidikan yang berada di Jalan Gajayana ini kembali membuat Tanah Air berbangga terhadap prestasinya yang gemilang di tingkat Internasional.  
Di EUROINVENT tahun ini Yayasan Surya Buana mengirimkan 2 peserta perwakilan dari guru dan satu orang siswa. Dari pihak guru diwakili oleh Mardiyah, S.Si selaku Pembina KIR, dan Dra. Hj. Sri Istuti Mamik, M.Ag selaku Pembina Yayasan Bahana Cita Persada Malang Perguruan Surya Buana. Keduanya berhasil membawa medali emas dalam bidang kesehatan. 
Ditemui Malang Post, Mardiyah dan Mamik mengatakan di usianya yang sudah tidak lagi muda keduanya ingin memberikan motivasi kepada generasi muda. Medali emas menjadi bukti kualitas dan semangat mereka yang patut diteladani oleh guru dan siswa. 
“Yang kami inginkan bukanlah sebuah penghargaan yang diakui banyak orang. Yang kami inginkan adalah menjadi contoh dan memotivasi guru-guru yang masih muda termasuk anak didik kami,” ujar Mamik.  
Sementara Mardiyah merupakan guru yang berprestasi. Hingga tahun ini lebih dari 200 medali dari berbagai lomba yang didapat. Bahkan, ia pernah tiga kali dipercaya sebagai juri lomba tingkat internasional.
Adapun di tingkat SMA/MA, siswa Surya Buana yang sukses meraih medali emas EUROINVENT adalah Dialah Faiq Izzul Islami. Izzul,panggilan akrabnya, membuat alat Luxmeter. Sebuh alat yang berfungsi mendeteksi penyakit seseorang lewat aliran darah pada daun telinga. 
Sistem kerjanya menggunakan sinar laser untuk mengetahui penyakit seseorang. “Ini berkat bimbingan guru dan dukungan orangtua. Selama satu bulan akhirnya alat ini dapat terselesaikan dan berhasil menjadi juara,” jelasnya. 
Berkat prestasinya ini, Izzul mendapatkan apresiasi berupa tawaran beasiswa melanjutkan studi di Rumania. “Entahlah, saya masih pikir-pikir untuk mengambil tawaran itu,”  imbuh siswa yang sebenarnya mempunyai cita-cita ke Negera Timur Tengah ini. 
Direktur Perguruan Surya Buana Drs. H. Abdul Djalil Zuhri, M. Ag merasa bangga akan prestasi yang dicapai oleh guru dan siswa Surya Buana. Menurutnya ini menjadi bukti bahwa pendidikan dan pembinaan potensi siswa telah berhasil. Termasuk dalam hal penyaluran bakat siswa. “Prestasi ini tentu berkat kerja keras guru dan siswa serta dukungan semua pihak. Terutama orangtua siswa yang selalu mendukung program pendidikan di lembaga ini,” ungkapnya.    
Salah satu konsep pendidikan di Surya Buana, lanjut Djalil, adalah penerapan prinsip 3R. Yakni Reasoning, Research dan Religius. Dari konsep inilah Perguruan Surya Buana dapat mengahantarkan peserta didiknya berprestasi ditinggat nasional dan internasional. (mp4/mp5/sir/)
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...