magista scarpe da calcio Penutupan MPLS Jadi Ajang Pencarian Bakat Siswa Baru


Penutupan MPLS Jadi Ajang Pencarian Bakat Siswa Baru

MASA Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) digelar selama satu minggu di sekolah. Pada Sabtu lalu, penutupan pun digelar. Beragam kegiatan dilaksanakan dengan meriah dan sukses.
SMK Kartika IV-1 Malang menggelar penutupan MPLS yang berlangsung seru. Setelah melalui hari pengenalan dengan teori dan materi Peraturan Baris-Berbaris sejak awal minggu, di hari Sabtu (22/7)  siswa diajak melakukan kegiatan bergembira melalui pegalaran pentas seni. Diikuti oleh siswa baru kelas X, gelaran ini untuk mencari bibit unggul penerus prestasi sekolah sekaligus mengajarkan keberian bagi siswa berada di lingkungan baru.
Kepala SMK Kartika IV-1, Drs. Sunari mengatakan berbagai bakat anak mulai terlihat dalam pentas seni ini. Dari sinilah mereka akan diarahkan dalam pembinan dan pelatihan melalui ekstrakurikuler sekolah.
"Ada yang pintar menyanyi, lalu ada yang menampilkan jurus-jurus karate tadi, ada pula yang membawa kamera. Dari sini terlihat bahwa siswa tersebut penyuka fotografi. Ini sudah disasar oleh sekolah dan nantinya harus dikembangkan,” ujarnya.
Selain untuk mendeteksi minat siswa, pentas seni juga ditujukan untuk melatih mental anak-anak berada di lingkungan yang baru. Dengan tampil, mereka dipaksa untuk siap menghadapi ratusan penonton dari teman seangkatan dan kakak kelas. Gelaran ini memang tanpa latihan, sehingga hanya mereka yang siap dan yang telah memiliki bakat sejak paling tidak SMP, yang dapat tampil mengingat siswa harus diseleksi untuk mengisi acara tersebut. Siswa kelas 11 dan 12 jurusan Kecantikan juga berperan membantu penampilan adik kelasnya.
"Kalau yang butuh make up, bisa meminta bantuan kakak kelasnya. Ini juga untuk melatih biar mereka saling mengenal dan akrab," imbuh Sunari. 
Sunari berharap sekolah dapat menjadi wadah bagi prestasi non akademik siswa. Deteksi bakat harus dilakukan sejak awal masuk, agar pembimbingan dilakukan dengan maksimal.
Sebanyak 135 siswa baru yang terbagi dalam jurusan Tata Boga, Tata Busana dan Kecantikan kemarin terbagi dalam lima kelompok, yang kemudian terpisah lagi menjadi 13 kelompok kecil. Dari 13 kelompok kecil tersebut, harus ada tiga perwakilan yang akan tampil melalui seleksi. Salah satu penampil dari jurusan Tata Boga, Alya Putri Chusia menampilkan tari Jejel Jaran Dawuk, kemarin. Sejak SD, Alya memang sudah menari bahkan kerap mengikuti berbagai lomba seni tari tradisional. Dia mengaku senang, karena selain bisa lolos seleksi untuk tampil, sekolah memberikan perhatian pada minatnya.
"Senang bisa tampil, berarti tarian saya bagus karena untuk bisa tampil harus diseleksi dulu. Dari SMP memang suka nari, jadi untuk penampilan tadi, nggak ada latihan sebelumnya. Selain tarian Jejel Jaran Dawuk ini, saya juga hafal tarian yang lain, " ujarnya.
Ke depan, Sunari berharap Alya dapat menyumbang prestasi bagi sekolah dan aktif dalam ektrakurikuler yang telah ada di sekolah tersebut. (dhewi bayu/oci)
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top