magista scarpe da calcio Big Bang, Karya Animasi SMPN 5 ke Internasional


Big Bang, Karya Animasi SMPN 5 ke Internasional


MALANG - Projek “Big Bang” rancangan tim “Fotosintesis” SMPN 5 membawa nama kota Malang ke kancah internasional.  Projek yang berbasis augmented reality (AR) ini merupakan karya 3D yang menonjolkan efek virtual sehingga objek materi dari story book tersebut nampak lebih hidup. Media pembelajaran ini lebih menarik dan tidak membosankan khususnya bagi siswa SMP.
Tim fotosintesis SMPN 5 yang telah terdaftar sebagai network school pada The Soultheast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) yang berpusat di Bangkok ini mengirimkan karyanya setelah mengikuti workshop dan pelatihan selama 3 bulan lalu. Karya tersebut berhasil lolos 20 besar tingkat Asia Tenggara.
Menurut Rijal, tim belajar secara otodidak untuk membuat alat tersebut.
“Ada juga yang belajar dari saudara yang sudah SMK soal menggerakkan animasinya,” ujar Rijal.
Tim yang beranggotakan Razzaqi Hatmawira, Janina Canakya Janissary, dan M. Rijal Nujaman kelas VIII ini sebelumnya mengikuti workshop oleh SEAMEO secara online melalui webcam yang didampingi oleh empat instruktur. Untuk membuat animasi dan story board, yang paling sulit adalah menggerakkan objek.
“Kami masih ingin meningkatkan desainnya karena terlalu monoton,” ujar Rijal.
Dengan delapan kali pertemuan tatap muka via online tersebut, tim ini menggunakan bahasa Inggris dan belajar otodidak. Meski tidak ada basic dalam bidang animasi, ketiga siswa ini terus memelajari materi yang diberikan berupa pengenalan system AR, penyusunan materi project, serta struktur buku yang akan diciptakan nanti. Tema dalam kompetisi AR ini berupa tata surya, kehidupan laut, perkembangbiakan, teknologi, sistem mesin, serta kehidupan tumbuhan.
Tidak berhenti dari sini, tim fotosintesis mengaku antusias pada kompetisi dan ingin kembali berkarya pada kompetisi berikutnya. Sehingga merekapun menyadari kekurangan projectnya yang menyebabkan timnya belum lolos ke tiga besar. Selain itu mereka juga gencar menjadi promotor siswa lainnya untuk menjadi bagian tutor tim AR di sekolah.
Saat ini tim fotosintesis juga membentuk 8 tim lagi untuk ikut serta menjadi
tutor AR. Tim ini akan melakukan meeting dan pemaparan proses membuat story book kreatif berbasis AR kepada rekan-rekan lainnya.
“Dalam memilih tim harus memiliki motivasi tinggi dan potensi yang mumpuni,” ujar Pembina Tim Fotosintesis SMPN 5, Ida Wahyuni MPd.
Menjadi kebanggaan sendiri karena potensi siswa yang mengikuti workshop dan pelatihan The Real World of Immersive Augmented Reality ini dapat menularkan ilmu kepada teman sebayanya. Sehingga tujuan sekolah untuk menuju sistem pembelajaran berbasis sains, teknology, technic dan mathematic (STEAM) dapat terwujud.
“Ini juga dapat memacu guru untuk menyusun media belajar yang berbasis AR serta meningkatkan kemampuan digital yang mengacu pada STEAM dalam bentuk kurikulum,” tutupnya. (mg3/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top