UM Siap Tampung 1.948 Mahasiswa Baru Jalur SNMPTN


 
MALANG - Pendaftaran SNMPTN tahun 2018 yang baru memasuki tahap pengisian dan verifikasi PDSS akan berakhir 10 Februari ini. Hal tersebut menjadi perhatian utama bagi perguruan tinggi, seperti Universitas Negeri Malang (UM). Pasalnya pada tahun 2017 lalu jumlah siswa yang diterima pada jalur SNMPTN UM sebanyak 2.268 dari peminat secara keseluruhan sebanyak 37.427 pendaftar. 
Melihat data tersebut, tentunya persiapan SNMPTN menjadi hal penting bagi calon mahasiswa baru untuk berlomba masuk di perguruan tinggi negeri yang telah berusia 63 tahun ini. Wakil Rektor 1 UM, Prof. Dr. Budi Eko Soetjipto, M.Ed. M.Si, mengatakan, dengan melihat banyaknya pendaftar yang diterima pada SNMPTN tahun lalu, UM pada tahun ini merencanakan menerima mahasiswa baru sebesar 1.948 kursi.  “Tahun lalu kami menerima 2.268 pendaftar, namun yang melakukan registrasi akhir sebanyak 1977. Sehingga angka itu menjadi acuan untuk tahun ini,” ujar Budi kepada Malang Post.
Penerimaan yang tidak jauh berbeda itu, dijelaskan oleh mantan Dekan FE UM, karena secara umum tidak ada kebijakan untuk SNMPTN 2018 yang berbeda.
“Tidak ada kebijakan khusus dari UM untuk jalur SNMPTN. Kita selalu taat pada peraturan panitia pusat yang ada di Jakarta dengan jumlah yang diterima minimal 30 persen dari yang telah ditentukan,” bebernya.
Ia mengungkapkan, jika kebijakan yang dilakukan, mulai dari distribusi, penelursuran nilai raport atau prestasi hingga persyaratan akreditasi sekolah asal juga mengikuti kebijakan panitia pusat. 
“Jadi untuk daya tampung sebanyak 100 persen pada setiap program studi di PTN yang dibagi tiga jalur distribusinya paling sedikit 30 persen untuk SNMPTN, kemudian SBMPTN paling sedikit 30 persen dan Seleksi Mandiri paling banyak 30 persen,” papar Budi.
Begitu juga dengan pelaksanaan seleksi nilai akademik yang menjadi persyaratan bagi sekolah untuk SMA/SMK/MA dapat mendaftarkan siswanya dengan syarat sekolah yang terakreditasi A sebanyak 50 persen dari yang terbaik di sekolahnya, akreditasi B sejumlah 30 persen terbaik di sekolahnya, akreditasi C sebanyak 10 persen terbaik yang ada di sekolahnya dan akreditasi lainnya sejumlah 5 persen siswa terbaik di sekolahnya.
Kebijakan juga berlaku untuk pemilihan yang ditentukan seperti, pendaftar dapat memilih sebanyak-banyaknya dua PTN, dengan satu PTN yang ada di wilayah sekolahnya, terdiri dua pilihan prodi dan satu PTN di luar provinsi dengan satu pilihan prodi.
“Jadi untuk SNMPTN pada tahun ajaran 2018-2019 tidak ada kebijakan yang berbeda. Dengan begitu para calon pendaftar akan perlakukan sama sesuai dengan aturan,” tegasnya.
Pada SNMPTN tahun ini, UM berharap mendapat calon maba dari luar Jatim yang agak banyak. Sehingga tidak di dominasi oleh mahasiswa dari Jatim saja.
"Tentunya dengan persaingan yang semakin ketat dan jumlah calon pendaftar yang akan diperkirakan meningkat pula,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua SNMPTN UM Dr. Joko Sayono, M.Pd, M.Hum mengatakan, pada jalur SNMPTN yang akan dibuka 21 Februari – 6 Maret, calon maba yang akan mendaftar harus memilih prodi sesuai dengan kemampuannya. Pihaknya juga terbuka jika ada sekolah yang mengalami kesulitan atau memutuhkan informasi tetang pendaftaran hingga prodi.
“Dengan bantuan informasi yang kita berikan, kami ingin para calon mahasiswa baru yang mendaftar tidak salah pilih jurusan. Sehingga tidak mengundurkan diri. Seperti anak yang pandai dalam mapel matematika masuk dalam jurusan sejarah. Jadi di pilhan pertama dan kedua harus berkaitan dan sesuai kempuan anak,” ungkap Joko kepada Malang Post.
Ia juga menguraikan, dari seluruh prodi hingga Oktober 2017 jumlah mahasiswa di UM sebanyak 32.802 mahasiswa. Jumlah tersebut tersebar di delapan fakultas. Sedang untuk mahasiswa yang diterima oleh UM pada tahun akademik 2017/2018, menerima 8.167 mahasiswa dari semua jalur. (eri/udi)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...