Penting! Pendidikan Anti Radikalisme dalam Kampus

MALANG - Syekh Syadi Musthofa Arbash, seorang tokoh Islam Indonesia dari Suriah memberikan kajian Islam di Masjid Ainul Yaqin Universitas Islam Malang (Unisma), kemarin. Pendiri STAI Imam Syafi'i Cianjur itu membahas tentang paham radikal yang menjadi penyebab kerusuhan di Suriah beberapa waktu terakhir. Menurutnya, kerusuhan itu terjadi sebab kurangnya akademisi yang memberikan ilmunya untuk memahami arti radikalisme.
"Ini adalah tugas akademisi, universitas, ulama, ustadz, dan semua elemen untuk menjaga rakyat Indonesia. Jangan sampai apa yang terjadi di Suriah, terjadi di Indonesia hanya karena paham radikal," kata dia. 
Melalui akademisi, ia mengajak umat Islam untuk kembali ke ajaran Islam moderat karena semua tata cara hidup di dunia ada di ajarannya.
Ia pun berpesan pada sivitas akademika Unisma yang mengikuti kajian tersebut untuk menjaga rakyat Indonesia dari paham radikal.
Syadi juga menyinggung tentang ISIS yang sering disebut-sebut dalam kegiatan radikal membawa nama Islam. 
"ISIS adalah organisasi yang jauh dari Islam. Bahkan sama sekali tidak ada korelasinya karena ajarannya bukanlah apa yang diajarkan oleh Islam moderat," ungkapnya.
Ia memberikan pemahaman, bahwa ajaran Islam hanyalah satu yaitu yang dibawa dan diajarkan oleh Rasulullah SAW. 
"Islam itu bisa dikatakan sebagai Islam moderat, Islam yang tidak ada bedanya dari abad 14 hingga sekarang," tutur pria yang sudah 6 tahun menetap di Indonesia itu.
Islam di Indonesia dan di Suriah adalah sama, kecuali segelintir orang yang keluar dari ajaran ulama terdahulu. "Di media banyak pemberitaan mengenai Islam di Suriah adalah Islam radikal, yang sedikut-sedikit menggunakan bom atau senapan. Padahal sebenarnya tidak seperti itu. Rakyat Suriah tidak demikian dan jangan sampai menjadi demikian," jelas Syadi. (sin/oci)
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...