Masa PLS, Kenalkan Identitas The Real Elementary School

MALANG - Kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) SD Muhammadiyah 3 Assalaam telah usai. SD Mumtas, sebutan lain dari SD Muhammadiyah 3 Assalam menggelar P2KS selama lima hari sejak awal pekan lalu. Sekolah yang berada di Jalan Teluk Pelabuhan Ratu ini menyebut PLS sebagai Program Pembentukan Kepribadian Siswa atau (P2KS). Program ini tidak hanya sekadar untuk pengenalan lingkungan sekolah namun juga menekankan pada proses pembudayaan nilai-nilai yang berkarakter. 
Kepala SD Mumtas Syai’in Kodir, S. Pd mengatakan P2KS memiliki tujuan mendasar yang meliputi karakteristik seseorang dalam memposisikan dirinya sebagai pelajar, sahabat maupun anggota masyarakat. 
“Yaitu anak-anak yang ketika menjadi siswa banyak mendengar, ketika menjadi  teman banyak menolong, ketika menjadi masyarakat banyak peduli,” ucapnya.
Apalagi saat ini masa anak-anak sedang mengalami krisis moral dan karakter,  sehingga kegiatan tersebut diharapkan menjadikan mereka lebih siap untuk memulai kegiatan belajar di fase sekolah dasar,  dapat membedakan hal yang baik dan yang buruk, serta dapat membentengi diri dari berbagai hal yang tidak diinginkan. Karena hal itu merupakan sesuatu yang harus dibekali sejak dini. 
Agar P2KS berjalan dengan baik dan terlebih tidak membosankan bagi siswa, maka dipilihlah metode  enjoy learning. Metode ini sejalan dengan kurikulum yang dilaksanakan di SD Mumtas. Dimana setiap  materi pembelajaran selalu dikombinasikan dengan aneka permainan, cerita, ice breaking. Termasuk materi P2KS yang didalamnya juga ada outbond yang menarik untuk membentuk mental dan kreativitas siswa baru. 
Materi yang disampaikan pun sesuai dengan dengan  identitas sekolah, yaitu ‘The Real Elementary School’. Dimana mengajarkan tentang berbagai ilmu dasar, seperti taat beribadah, saling tolong-menolong, menjaga kebersihan, pentingnya belajar, menyayangi orang tua, dan lain sebagainya. 
“P2KS juga menjadi momentum bagi guru untuk mencari dan menggali potensi siswa baru yang selanjutnya dapat dikembangkan sesuai potensi yang dimiliki,” terang Syai’in.
Ia menambahkan agar siswa baru lebih mengenal sekolahnya, maka mereka dibimbing untuk juga melakukan pembiasaan sikap selama kegiatan P2KS. Seperti, salat dhuha, menghafal hadist, mahfudzot, dan asmaul husna. Selain nilai-nilai keagamaan tersebut, SD Mumtas juga menanamkan tentang sikap cinta tanah air dan rasa nasionalisme. Misalnya dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum dimulainya kegiatan belajar mengajar. 
“Kami menginginkan terbentuknya karakter yang berimbang antara nilai keagamaan dan sikap nasionalisme,” imbuhnya. 
Pelaksanaan kegiatan ini juga didukung oleh seluruh elemen dari SD Mumtas. Diantaranya orang tua yang dilibatkan dalam pengawasan pembiasaan ibadah dan akhlak yang baik di rumah. Termasuk siswa kelas atas yang diberi tanggungjawab memberikan teladan untuk memimpin adik kelasnya. (mp1/mp2/sir/oci)
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :