UKG Ulang, karena Ada Guru yang Masih Gaptek


MALANG – 425 guru mengikuti Uji Kompetensi Guru (UKG) untuk Sertifikasi Guru mulai sampai 6 Februari mendatang, di SMKN 5 Malang. Seluruh guru berasal dari Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu, dari semua jenjang sekolah.
Panitia UKG dari Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Timur, Roosie Indrijani S.Pd mengatakan, peserta yang ikut dalam UKG di semester genap ini adalah mereka yang tidak lulus UKG tahun 2016 dan UKG tahun 2017.
“Bagi yang tidak lulus di tahun 2016, UKG kali ini merupakan tahap III bagi mereka, sedang yang tidak lulus tahun 2017 adalah tahap I. Para peserta yang tidak lulus diberi batasan maksimal ujian ulang selama empat kali,” ujar Roosie kepada Malang Post, Jumat (2/2) .Ia menjelaskan, peserta yang tidak lulus karena belum mencapai nilai pasing grade yang sudah ditentukan oleh Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). “Namun untuk nilai guru yang tidak lulus tidak ditampilkan, karena langsung melalui pengumuman dari LPTK ke masing-masing peserta,” terangnya.
Roosie menambahkan, sebenaranya UKG yang telah berakhir pada 2017, tinggal menyelesaikan ujian bagi para peserta yang belum lulus. Di mana setiap tahunnya digelar sebanyak dua kali pada semester ganjil dan genap. “Kami berharap para peserta yang ikut dalam ujian ulang ini bisa lulus UKG, sehingga memiliki sertifikasi sebagai guru profesional dan benar-benar menguasai mapel yang diajarkan kepada siswa,” tegas Roosie.
Ia menguraikan lbeih lanjut, sebagai pendidik profesional sesuai dengan ketetapan, guru harus memiliki peran utama dalam memberi pendidikan, mengajar, membimbing, menilai, mengarahkan, melatih serta mengevaluasi peserta didik. Melalui UKG, penguatan peran guru dalam melaksanakan pendidikan dan meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia bisa maksimal.
Banyaknya peserta UKG yang tidak lulus, lanjutnya, karena kurang memahami bidang studi yang diambil, dan secara teknis banyak peserta yang masih gagap teknologi (gaptek). “Permasalahan yang ada selama pelaksanaan UKG ini, masih ada guru yang gaptek hingga ada yang takut pegang mouse, sehingga akan menghambat mereka dalam mengerjakan soal,” terangnya,
Bagi peserta yang tidak lulus UKG hingga empat kali, akan dikembalikan ke Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten masing-masing. Setelah dilakukan evaluasi peserta akan diberikan pembinaan lebih lanjut kepada mereka.(eri/han)

Berita Terkait

Berita Lainnya :