Tiga Hari Tinggal Di Wagir, Mahasiswa Tularkan Ilmu untuk Warga


Dalam rangka pembinaan Karakter dan Kepemimpinan, Universitas Ma Chung melalui Pusat Pendidikan Karakter dan Kepemimpinan mengadakan kegiatan Orientation Based On Reflection (OBOR) 3 yang menitik beratkan pada social skill berbentuk live In Sosial Kemasyarakatan di Desa Pandanlandung Kecamatan Wagir Kabupaten Malang. Ada 80 mahasiswa dari berbagai prodi dan 12 panitia yang akan tinggal di Desa Pandanlandung selama tiga hari dua malam untuk live in.
“Ada dua tujuan yang hendak dicapai, belajar komunikasi sosial, serta memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat desa melalui ilmu pengetahuan yang dimiliki,” ujar Felik Sad Windu Broto, pjs Kepala Bagian Biro Kemahasiswaan, Pendidikan Karakter dan Kepemimpinan sekaligus Ketua Pelaksana OBOR 3 dirilis Humas Ma Chung.
Menurutnya, universitas memandang penting mahasiswa belajar komunikasi sosial karena mahasiswa lahir dari masyarakat, hidup di masyarakat maka lulus pun untuk masyarakat.
“Mau tidak mau, selesai kuliah, mahasiswa pasti akan hidup di masyarakat, maka penting sekali belajar komunikasi di masyarakat,” jelasnya.
Yang kedua, lanjutnya, berkontribusi nyata bagi masyarakat sesuai dengan bidang ilmu yang dimiliki Seperti spirit Ma Chung yang tertulis dalam visinya.
Sebelum live in, mahasiswa sudah berkunjung berkali-kali untuk survei dan komunikasi untuk memetakan kebutuhan, dan materi penyuluhan diberikan sesuai dengan permintaan masyarakat. Artinya sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Selama tinggal di desa Pandanlandung, peserta dari prodi Farmasi akan mengadakan penyuluhan tentang diabetes, asam urat, kolestrol, hipertensi, obesitas dan difteri. Sedangkan peserta dari prodi DKV secara khusus akan membantu karang taruna untuk memberikan pelatihan mengenai desain dan layout bulletin, dan membuat desain kemasan untuk beberapa UKM yang membutuhkan. Sedangkan peserta lintas prodi akan membantu desa dalam melakukan sensus data kependudukan desa.
“Saya senang kedatangan mahasiswa Ma Chung untuk live in di sini,” ujar
Kepala Desa Pandanlandung, Wiroso Hadi.
Menurutnya, mahasiswa terlihat serius mengikuti project ini. Sebelum kegiatan ini dilakukan, mereka sudah berkomunikasi secara intens. Kedua, mereka datang bukan hanya untuk belajar bermasyarakat tetapi lebih dari itu mereka datang untuk berbagi ilmunya kepada kami masyarakat desa. Ada yang akan membantu desain, penyuluhan kesehatan dan juga pengisian data desa.
“Yang terakhir, pihak universitas sangat bertanggungjawab. Yang menginap bukan hanya mahasiswanya saja tetapi juga ada staff dan dosennya yang menginap. Seingat saya ada 3 dosen dan 1 staff yang ikut menginap. Mereka akan menginap di kantor desa,” kata dia. (oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :