FK UB Siapkan Kursi untuk 779 Maba


MALANG - Banyaknya perguruan tingi yang membuka Fakultas Kedokteran (FK), tidak membuat Universitas Brawijaya (UB) sepi peminat. Bahkan pada tahun akademik 2017/2018 sebanyak 779 mahasiswa baru yang tercatat di seluruh prodi FK UB.
Dekan FK UB Dr. dr. Sri Andarini, M.Kes mengatakan, dengan semakin banyaknya perguruan tinggi yang membuka FK diakunya jika ada penurunan pendaftar. Namun hal tersebut tidak memiliki imbas pada kuota yang telah ditetapkan oleh Menristek Dikti pada pendaftaran mahasiswa baru.
Pada tahun ajaran akademik tahun 2018/2019, FK UB untuk program studi sarjana masih tetap menampung kursi yang sama dengan sebelumnya. Untuk prodi kesehatan sebanyak 225 kursi, farmasi 120 kursi, kebidanan 110 kursi, keperawatan 100 kursi dan prodi gizi sebanyak 120 kursi.
“Dari total tersebut, jika dilihat dari rasio peminat terbanyak ada pada prodi farmasi dengan perbandingan 1:42, prodi kedokteran 1:30 dan prodi gizi 1:30 pendaftar dengan yang diterima,” ujar Sri Andarini kepada Malang Post.
Ia menjelaskan, jika jumlah mahasiswa yang diterima pada tahun ini, pihaknya menyesuaikan jumlah antara dosen dan mahasiswa. Karena sudah ada ketentuan dari Kemenristek Dikti. Di mana untuk Pendidikan eksak rasio antara pengajar dengan mahasiswa adalah 1:20, sedangkan ilmu sosial perbandingannya 1:35.
“Kita berusaha untuk memenuhi rasio tersebut dan saat ini rasio di FK UB antara 1:10 untuk dosen dan mahasiswa. Ini yang coba kami pertahankan, karena ini merupakan pandidikan profesi harus praktik ke pasien. Mulai dari cara infus, mnyuntik sehingga harus ada pengawasan ketat dari tenaga pengajar,” paparnya.
Untuk biaya, pihaknya mengatakan jika untuk pendidikan dokter setiap semesternya calon mahasiswa baru harus membayar sekitar Rp 20 juta. Biaya tersebut diungkapnya memang sangat besar. Namun, selalu ada banyak cara untuk menekan biaya sebesar itu, melalui bidik misi dan beasiswa lainnya bagi mereka yang memiliki kemampuan akademik tapi dengan ekonomi rendah.
Sementara itu, Wakil Dekan I Bidang Akademik FK UB Dr. dr. Wisnu Berlianto, M. Si. Med, SpA (K) mengatakan, lulusan FK hampir semuanya diterima kerja. Hal tersebut ditegaskannya dari riset lulusan FK UB yang bekerja setelah tiga bulan lulus. Ia juga menambahkan, dengan semakin sengitnya persaingan masuk di FK UB, calon maba harus benar-benar mempersiapkan diri untuk mengikuti beberapa jalur pendaftaran yang ada. (eri/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...