Ma’had Sabilillah, Siap Dampingi Santri 24 Jam


MALANG - Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Sabilillah Malang merupakan lembaga yang dikembangkan dalam rangka menginspirasi pendidikan unggul dan menjadi rujukan. Hal ini memang telah menjadi cita-cita lembaga yang tertuang dalam visi-misinya, yaitu terwujudnya sekolah unggul dan rujukan dalam pembentukan karakter keislaman, kebangsaan, dan kecendekiawanan siswa bertaraf internasional.
Paket komplit tahun ini yang dikembangkan LPI Sabillah Malang dalam mengintegrasikan SMA dengan Ma’had menjadikan sekolah siap mendampingi santri selama 24 jam. Sehingga, calon siswa yang mendaftar akan langsung secara otomatis menjadi santri Ma’had. Dalam meningkatkan kualitas siswa agar semakin kompetitif, LPI Sabilillah juga mendongkrak kurikulum terintegrasi Ma’had dan pendidikan karakter penuh cinta.
“Ini tahun yang penting bagi lembaga untuk menyusun sistem baru di Ma’had Sabilillah dengan mendesain integrasi antara SMA Sabilillah Malang dengan Ma’had, dengan pola itu kami sedang menguatkan sistemnya sehingga siap mendampingi santri 24 jam,” ujar Kabag Humas LPI Sabillillah Malang, Taufikurrahman SPd. MPd. kepada Malang Post, kemarin.
Dua tahun lalu, sistem Ma’had diberlakukan secara optional yakni siswa boleh memilih atau tidak menjadi santri Ma’had, namun tahun ini diwajibkan. Dua gedung Ma’had telah disiapkan untuk menunjang dan memfasilitasi seluruh kegiatan boarding school siswa. Gedung dua lantai siap ditempati seluruh siswa yang dilengkapi dengan tiap kamar berukuran 5x5 ditempati 6 santri. Berbagai fasilitas yang sangat representatif dilengkapi dengan wifi, lapangan voly, lapngan futsal, tenis meja, ruang fitness (dalam proses), almari pakaian setiap santri, meja belajar di setiap kamar, loker santri, ruang resepsionis dilengkapi loker penyimpanan laptop sendiri, mesin cuci santri, layanan laundry, dan fasilitas lainnya.
“Pendidikan Sabillah memang terintegrasi sesuai dengan imtaq dan kompetensi. Pendidikan umumnya dari pagi sampai sore tapi dalam prinsip keislaman dan kepemimpinan islam, hafalan, dirosah, ngaji sudah dikelompokkan di pembelajaran mahad,” tambahnya.
Selain paket integrasi Ma’had, siswa Sabilillah juga akan menikmati program unggulan seperti program maqoman mahmudah, everyday with Al Qur’an, program super skills, program we can speak, program sekolah para juara, program semerbak, dan program pendidikan kebangsaan. Siswa Sabilillah ditanamkan karakter penuh cinta dengan delapan kategori yakni cinta Allah dan Rosul, cinta orang tua dan guru, cinta diri sendiri,  cinta sesama, cinta keunggulan, cinta ilmu pengetahuan, cinta alam sekitar dan cinta bangsa dan Negara. Pendidikan ini diaplikasikan dengan cara pembiasaan, keteladanan, pemantauan, kemitraan dengan orang tua.
“Pendidikan karakter tidak bisa instan karena terus berproses dan dikembangkan melalui pendekatan keseluruhan melalui sinergitas antara anak, guru dan orang tua. Pengembangan kesadaran diutamakan misalnya kedasaran sholat, kesadaran membuang sampah, bukan karena mereka takut tapi karena mereka sadar jadi di era global ini tantangannya ya teknologi dan pola asuh,” ungkap Kabag Kesiswaan LPI Sabillah Malang, Lukman SPd MPd.
Sementara itu dalam hal kurikulum, LPI Sabilllah juga memadukan SMA dan Ma’had yang menjadi satu kesatuan dan telah mendapat respon positif dari orang tua. Kurikulum juga dikembangkan melalui study banding di beberapa sekolah boarding di Indonesia yang bertujuan untuk menggali pola pendidikan siswa. Di usia SMA diyakini rentan dengan kegiatan yang berdampak negatif jika tidak dikontrol orang tua. “Kurikulum ini disukai anak-anak, selain itu yang penting bahwa orang tua menyambut positif karena jika kegiatan siswa tidak dikontrol orang tua yang notabene sibuk cenderung akan terjerumus pada kegiatan negatif,” tutup Kabag Kurikulum LPI Sabillah Malang, Nunik S Hariati SPd MPd. (mg3/adv/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :