Teknologi Modern, Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan


MALANG - ITN Malang komitmen mewujudkan teknologi modern yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Salah satunya dengan menggelar Seminar Nasional Inovasi dan Aplikasi Teknologi di Industri (SENIATI) 2018 bertema Green Technology and Sustainable Innovation.
Salah satu pemateri, Prof. Ir. I.N.G. Wardana, M.Eng., Ph.D yang merupakan peneliti bidang advance technology menjelaskan, kemajuan teknologi seperti green technology and sustainable innovation adalah hasil dari ilmu pengetahuan. Peneliti yang berfokus di bidang Nanoscience & Nanotechnology ini berhasil menemukan inovasi material advance dari bahan apa saja yang didukung ilmu mutakhir. Seperti arang carbon, grafin (lembar karbon) yang menjadikan pesawat tak terlihat dan batok kelapa yang dirubah menjadi partikel nano dan mengubah air menjadi hidrogen.
“Kita sebenarnya kaya, namun karena tidak menguasai ilmu pengetahuan kita akan tertinggal jauh. Apalagi tahun 2040, kendaraan di Indonesia sudah tidak diperbolehkan menggunakan minyak dan harus hydrogen,” ungkapnya.
Wardana juga berpesan, dengan kemajuan teknologi ramah lingkungan dan berkelanjutan, masyarakat harus mulai berpikir logis berdasarkan ilmu pengetahuan dengan berpikir sebab dan akibat. Sehingga kemajuan melalui pengetahuan dapat terjadi.
Sementara Rektor ITN Malang, Dr. Ir. Lalu Mulyadi, ST. MT mengatakan, ITN selalu membuat inovasi sesuai dengan kondisi saat ini dan searah dengan program pemerintah. Yaitu bagaimana ITN bisa menciptakan teknologi yang ramah lingkungan.
“Apa yang kita adakan ini, merupakan tantangan globalisasi dan kita tangkap apa yang disampaikan oleh pemerintah. Pada kesempatan ini kami ingin membagikan ilmu-ilmu dari seluruh perguruan tinggi untuk memenuhi tantangan melalui teknologi ramah lingkungan dan berkelanjutan,” ujar Lalu Mulyadi kepada Malang Post.
Dari tantangan itu, dijelaskannya lebih lanjut, ITN memang arahnya ke green technology and sustainable innovation. Karena keduanya merupakan basic yang menjadi tujuan ITN dan semua riset yang dilakukan mengarah ke sana. Begitu juga dengan publikasi ilmiah, sehingga benang merahnya akan kelihatan dari berbagai inovasi yang dihasilkan.
Lalu mengungkapkan, setiap tahun pihaknya tidak hanya berhenti pada riset. Namun berlanjut pada out come yang searah dengan tujuan pemerintah untuk menciptakan teknologi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
“Nah dengan beitu saya sampaikan kepada Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang dekat dengan industri untuk melakukan kerja sama. Sehingga dari hasil riset dan inovasi yang dibuat oleh ITN bisa dilakukan kerja sama dengan industri,” tegasnya.
Kerja sama yang dilakukan, seperti kemarin, mengelola limbah, contohnya kepala ikan yang bisa dijadikan kecap.
“Setelah kita menemukan metode pengolahannya, kemudian harus dikerja samakan dengan industri. Kemudian industri akan memproduksi dari inovasi yang dilakukan oleh ITN,” ujarnya.
Dicontohkannya, dari penemuan terbaru kemarin adalah hasil inovasi mesin pencetak pakan ikan yang berhasil lolos paten oleh Kemenristekdikti. Dikatakannya, jika peralatan yang dibuat adalah teknologi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Selain itu dalam pembuatannya harganya juga murah dan masyarakat akan terbantu. Hal tersebut, diungkapnya, juga terkait dalam lingkup ekonomi kreatif yang bisa dilakukan kerja sama dengan Bekraf.
Pada seminar yang digelar, Sabtu (3/2), di ruang Amphi Lantai 3, Gedung Elektro Kampus 2 Karangploso tersebut, narasumber yang menjadi pembicara diantaranya Direktur riset dan pengembangan badan ekonomi kreatif (Berkraf) Dr. Ir. Wawan Rusiawan, M.M, Acting dean di fakulty of engineering, international islamic university Malaysia Prof. Erry Yulian Triblas Adesta, Ph.D. Sedang untuk peserta yang hadir sebanyak 200 orang yang terdiri dari dosen dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri negeri dan swasta. (eri/sir/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...