Akafarma PIM, Cetak Calon Laboran dan Wirausaha

 
MALANG – Animo masyarakat pada Akademi Analis Farmasi dan Makanan (Akafarma) Putra Indonesia Malang (PIM) terus meningkat hingga 50% pada tahun ajaran ini. Hal ini menjadi bukti tenaga teknis kefarmasian sangat dibutuhkan di tengah masyarakat. Dalam meningkatkan kompetensi tenaga teknis kefarmasian, Akafarma PIM menerapkan sistem pembelajaran yang menyenangkan dengan best process.
“Sistem pembelajaran 60% lebih banyak praktik dan mengakomodir keinginan mahasiswa agar enjoy dalam melakukan kegiatan perkuliahan. Sehingga tak heran jika peminat tahun ajaran baru ini meningkat hingga 50%,” ujar Direktur Akafarma PIM, Dr Misgiati MPd kepada Malang Post, kemarin.
Sejak memperoleh akreditasi B tahun lalu, satu kelas Akafarma rasanya tak cukup untuk mengakomodir animo masyarakat yang terus meningkat. Misgiati membeberkan, selama perkuliahan mahasiswa Akafarma dibekali dengan pembuatan produk. Sehingga saat lulus kelak, tak hanya dapat bekerja sebagai laboran tetapi juga dapat berwirausaha.
“Peluang kerja lulusan Akafarma PIM sangat terbuka lebar di industri farmasi dan makanan sebagai Quality Control (QC). Bahkan, sebagian diantara lulusan juga diterima sebagai pengembangan dan pengawas obat di institusi hingga dinas kesehatan,” beber wanita berjilbab ini.
Dalam meningkatkan kualitas perkuliahan, SDM pengajar juga diperhatikan. Sehingga, tak hanya mahasiswa yang berkewajiban menjalankan praktik kerja. Tetapi dosen ditingkatkan kompetensinya juga sebagai praktisi. 
“Dosen juga menjalankan praktik kerja atau magang di industri untuk me-link dan match antara industri dan akademisi melalui program kerjasama dengan industri,” tutur dosen yang mengajar analisa obat tradisional itu.
Melalui program pengabdian masyarakat, Akafarma PIM memiliki dua desa binaan yang terus dikembangkan dalam pembuatan produk makanan berupa sirup. Dua desa binaan tersebut yakni Madyopuro dan Arjosari yang banyak menghasilkan buah sirsak dan jeruk.
“Selain menjadi laboran, lulusan akafarma harus dapat berperan sebagai tenaga kesehatan yang memberi kontribusi besar melalui produk makanan baik dan benar dalam pengolahannya,” imbuh wanita asli Pasuruan itu. 
Saat ini, Akafarma Putra Indonesia Malang membuka pendaftaran gelombang reguler 2 sampai 31 Agustus 2018. (ita/sir/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :