Anti Perploncoan, Ajak Maba Ikut Seminar



MALANG – UIN Maliki Malang melaksanakan pengenalan budaya akademik dan kemahasiswaan (PBAK) kepada 3.545 mahasiswa baru, hari ini. PBAK sebagai momentum untuk mengedukasi sistem perkuliahan sekaligus mewadahi maba untuk dapat mengekspresikan bakat dan minatnya. Pelaksanaan selama empat hari hingga, Kamis (16/8) mendatang.
“Radikalisme bagi perguruan tinggi di kota Malang kini juga menjadi perhatian khusus, sehingga tentu melalui PBAK juga akan diedukasi penangkalan radikalisme bagi maba,” ujar Kabag Kemahasiswaan UIN Maliki, Abdul Aziz kepada Malang Post.
Aziz membeberkan, melalui kegiatan itu diharapkan maba akan lebih kritis dalam doktrin-doktrin tertentu. Maba akan diajarkan agama islam nusantara yang tentu tak identik dengan radikalisme. Sehingga, maba pun akan lebih fokus dalam prestasi.
“Jika dulu PBAK lebih identik dengan penugasan fisik, sekarang dengan sistem anti perpeloncoan tentu mahasiswa lebih ditekankan pada tugas-tugas akademis,” bebernya.
Tugas-tugas akademik maba pada PBAK mulai dari membuat profil diri hingga menyusun resum selama mengikuti seminar. Kegiatan seminar juga dikemas lebih pada diskusi pleno sebagai media belajar bersama kelompok dan meningkatkan nilai kritis mahasiswa.
“Kami menyiapkan website PBAK tersendiri bagi maba, ini juga sekaligus untuk mengedukasi maba untuk melek teknologi. Termasuk berbagai tugas yang nantinya diberikan pada maba semua sistem online,” ungkap Aziz.
Tokoh-tokoh penting diundang pada PBAK, untuk memotivasi maba lebih berprestasi. UIN Maliki ingin memberi edukasi pada maba bahwa lulusan pesantren pun juga akan berpeluang menjadi tokoh penting di Indonesia nantinya. Seperti Imam Nahrawi yang juga lulusan pesantren dan mampu menjadi Menpora RI saat ini.
“Peran anak muda untuk memajukan bangsa Indonesia, sehingga lulusan UIN maupun pesantren juga berpeluang yang sama untuk menjadi tokoh penting,” tungkasnya.
Hari ini PBAK akan dilaksanakan secara bersama di tingkat universitas. Sedangkan tiga hari berikutnya, PBAK diserahkan di tingkat fakultas dengan materi keuniversitasan. Panitia dan dosen berperan penting menjadi pengawas dan pendamping maba. BEM UIN Maliki nantinya juga akan memberi edukasi terkait keorganisasian dan komunikasi. (ita/oci)

Berita Lainnya :