Awasi Siswa Peraih Nilai USBN Tak Wajar


MALANG - Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) SMA yang dilanjutkan Rabu (13/3) pekan depan diawasi lebih  ketat. Pengawasan siswa peserta USBN pun kian detail. Sedangkan pelaku penyebar soal dan jawaban USBN  di Line Square sudah berpindah grup.   
Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMAN Kota Malang, Tri Suharno mengungkapkan salah satu strategi, yang bakal diterapkan untuk mencegah peredaran soal dan jawaban USBN.
” Untuk internal Kota Malang,  kami memantau berdasarkan back up data nilai seluruh siswa. Apabila ada yang mencurigakan akan kami cek,” ungkap Tri. Namun demikian, untuk seluruh Jawa Timur, Tri mengaku bukan kapasitasnya.
Tak hanya itu saja, soal USBN pun bakal  diganti tanpa diawali pemberitahuan. Bahkan sekolah sekalipun  bakal tak mendapat informasi tentang pergantian soal ujian.  
Pengawasan yang lebih ketat juga dilakukan di SMAN 2 Malang. Kepala SMAN 2 Drs. Hariyanto, M.Pd  memastikan sebenarnya sudah antisipasi sejak awal. Yakni tak gunakan smartphone untuk USBN walau Dinas Pendidikan Jatim membolehkan. Selain itu, kata Hariyanto, pelaksanaan ujian dilakukan hanya satu sesi.  
Sementara itu, Line Square tempat obrolan soal USBN mulai sepi saat jeda ujian sejak Jumat (8/3) kemarin. Begitu juga anggota di grup lain dengan nama ‘Just Kidding’. Anggotanya baru 35 akun.
Berdasarkan penelusuran sumber Malang Post, kini terdapat Line Square baru lagi. Yakni  
 ‘USBN & UNBK 2019’, anggotanya sudah mencapai 500 akun. Diduga banyak  akun yang keluar dari ‘USBN UN JATIM’, lalu gabung di kolom obrolan ‘USBN & UNBK 2019’. Grup ini menggunakan sistem lock atau dikunci. Jika ingin bergabung, harus melalui persetujuan admin.
Masih menurut sumber terpercaya Malang Post, di riwayat obrolan terdapat komen yang membahas bocoran soal USBN beserta kunci jawabannya.  
Seperti diberitakan Malang Post sebelumnya, terkait bocornya soal USBN tingkat SMA dan SMK ini membuat geram berbagai pihak. Mulai dari guru maupun sesama siswa peserta ujian.  
Kejadian ini langsung mengundang keprihatinan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud). Penyelenggara USBN SMA diminta membuat soal dalam banyak versi. Sedangkan Polres Malang Kota (Makota) masih menunggu laporan dari pihak yang merasa dirugikan. (lin/mg3/van)  

Berita Terkait

Berita Lainnya :