Bagi 100 Bibit Alpukat, Langkah Awal Bangun Desa Wisata


MALANG – KKN Kelompok 05 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) 2019 Periode II sukses melaksanakan program unggulan di Desa Pandansari, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.
Yakni pembagian 100 bibit alpukat kepada warga kurang mampu. Kegiatan ini dilakukan dengan didampingi Tim Pendamping Lapangan (TPL) Khusnul dan Dosen Pendamping Lapangan (DPL), Drs Moh Jufri ST MT.
Koordinator Desa KKN Kelompok 05 UMM 2019 Periode II, Muh Wildan Mudjakir mengatakan, pembagian 100 bibit alpukat ini dipilih sebagai program unggulan karena sesuai dengan kebutuhan warga.
Selama satu minggu awal pelaksanaan KKN, kelompoknya melakukan penelitian terkait apa yang dibutuhkan warga di sana. Dari hasil penelitian itulah, disepakati untuk membagikan bibit alpukat.
“Di sana sebenarnya sudah ada warga yang berkebun, tapi bukan alpukat melainkan apel dan jeruk. Melihat kondisi warga, khususnya yang kurang mampu, kami pun memutuskan untuk memilih alpukat,” katanya kepada Malang Post.
“Buah ini tidak membutuhkan lahan besar, cepat panen dan tahan lama, serta harga pasaran yang lebih stabil. Pelaksanaan pembagian bibit ini dibantu oleh Karang Taruna Desa Pandansari,” terang dia.
Wildan berharap, ke depan ada estafet dari program yang sudah direalisasikan oleh kelompoknya tersebut. “Kami berharap program ini dapat dilanjutkan oleh teman-teman KKN periode selanjutnya,” sambung mahasiswa Jurusan Elektro ini.
Sehingga, kata dia, ada keterhubungan antara program yang sudah direalisasikan periode ini dengan KKN periode selanjutnya.  Kepala Desa Pandansari, Zainul Abidin sangat antusias terhadap program yang dilaksanakan oleh KKN Kelompok 05 UMM 2019 Periode II.
Menurutnya, program yang dilaksanakan ini sinkron dengan program desa. “Kami berencana menjadikan Desa Pandansari sebagai desa wisata. Dengan adanya pemberian bibit alpukat kepada warga, kami berharap bisa menjadi awal mewujudkan rencana tersebut,” katanya.
Selain pembagian bibit alpukat, KKN Kelompok 05 UMM 2019 Periode II juga melaksanakan program lain. Di divisi kesehatan berupa pengobatan gratis untuk 100 warga serta sosialisasi dan praktik cuci tangan dan gosok gigi untuk siswa SD kelas 1 dan 2.
Di divisi sosial budaya berupa pembangunan taman baca. Sedangkan di divisi pendidikan dilakukan bimbel dan kegiatan lomba, yakni lomba gambar untuk siswa SD kelas 1 dan 2, lomba adzan untuk kelas 3 dan 4, serta lomba cerdas cermat untuk kelas 4 dan 5. (adv/nda)

Berita Terkait

Berita Lainnya :